Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Pemkot Semarang Launching 1.000 Sumur Resapan

BANJIR - Wali Kota Semarang Agustina bersama Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin meluncurkan Sumur Resapan untuk mencegah banjir. (istimewa)

SEMARANG — Sebagai langkah mengurangi risiko banjir, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang meluncurkan 1000 titik sumur resapan. Launching program strategis ini dilaksanakan bersamaan dengan acara jalan sehat bersama warga di Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik.


Program ini menjadi bagian dari implementasi strategi Zero Delta-Q, yakni pengendalian limpasan air hujan dari kawasan hulu seperti Banyumanik, Gunungpati, Mijen, dan Ngaliyan, sebelum air mengalir ke wilayah hilir yang rawan banjir.


Wali Kota Semarang, Agustina, menegaskan bahwa sumur resapan merupakan solusi konkret untuk mengatasi banjir, terutama di wilayah Semarang bawah yang sering terdampak.


"Setiap sumur resapan yang dibangun adalah langkah nyata untuk mengurangi risiko banjir. Nanti yang daerah bawah akan dibantu dengan program lain, misalnya di tiap rumah dibuatkan biopori. Untuk area pemukiman yang ruang hijaunya sudah tertutup bangunan, dibuatkan sumur resapan sebagai penampung air," ujar Agustina, Minggu 10 Agustus 2025.


Peluncuran program ini ditandai dengan penyerahan simbolis kepada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) dan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada warga yang membutuhkan.


"Pembangunan 1.000 titik sumur resapan ini bukan sekadar angka, melainkan wujud komitmen kita bersama untuk menjaga kota," tegasnya.

Selain itu, di lokasi acara juga digelar Gerakan Pangan Murah (GPM) melalui program Kemplingsemar yang diadakan serentak di 1.530 titik se-Kota Semarang. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Pemkot Semarang dengan Bulog, Bank Indonesia, dan dinas terkait untuk menjaga stabilitas harga pangan.


"Alhamdulillah, kemarin diumumkan pada High Level Meeting se-Indonesia bahwa Kota Semarang menjadi yang terbaik dalam pengendalian inflasi. Ini bukti Kemplingsemar sangat efektif," ungkap Agustina dengan bangga.


Dalam kesempatan yang sama, Agustina juga mensosialisasikan pencairan dana operasional RT sebesar Rp25 juta per tahun yang sudah bisa diproses.


"Semua kegiatan ini dirancang untuk kebahagiaan dan kesejahteraan warga. Hore-hore bareng AWP berarti pangan ada, badan sehat, hati pun senang," tutup Wali Kota.


Dengan berbagai program strategis ini, Pemkot Semarang berharap sinergi masyarakat dan pemerintah terus terjalin demi menciptakan kota yang tangguh, bebas banjir, dan sejahtera.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube