Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Protes Jalan Rusak, Empat Warga Desa Gelar Aksi Simbolik Tanami Ruas dengan Pohon Pisang

SIMBOLIK - Warga empat desa di Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo menggelar aksi protes simbolik
dengan menanami pohon pisang di ruas Jalan Kalibeber-Deroduwur yang rusak parah
Sabtu 28 Februari 2026.

Wonosobo — Puluhan warga menggelar aksi simbolik di ruas Jalan Kalibeber-Deroduwur, Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo, Sabtu 28 Februari 2026. Aksi dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan yang rusak, tetapi belum seluruhnya diperbaiki.


Aksi protes tersebut dilakukan warga dari empat desa, di antaranya Deroduwur, Derongisor, Mojosari, dan Pungangan. Mereka tergabung dalam Aliansi Infrastruktur Berkeadilan.


Warga memusatkan aksinya di sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan parah. Menurut Koordinator Aksi, Hendri, aksi protes ini merupakan bentuk keresahan masyarakat secara umum.


“Ini bukan mewakili golongan atau individu tertentu, tapi mewakili seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.


Pantauan di lokasi, warga melakukan berbagai aksi simbolik di badan jalan. Mulai dari menanam pohon pisang, memancing ikan, mandi di kubangan air, hingga mencuci pakaian di lubang jalan yang tergenang.


Kerusakan jalan terlihat beberapa titik di sepanjang ruas Kalibeber-Deroduwur dengan panjang sekitar 6,4 kilometer. Kondisi serupa juga terjadi di ruas Mojosari-Gondang sepanjang kurang lebih 5,1 kilometer.


“Keluhannya sama, yaitu kondisi jalan yang rusak sudah terlalu parah dan tidak kunjung ada perbaikan,” kata Hendri.


Ruas Jalan Kalibeber-Deroduwur merupakan akses vital bagi aktivitas masyarakat. Jalan ini digunakan setiap hari untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan mobilitas warga.


Selain itu, jalur tersebut juga menjadi akses menuju kawasan wisata religi makam KH Muntaha Al Hafizh dan KH Asy'ari. Volume kendaraan yang melintas meningkat terutama pada akhir pekan.


“Ini akses jalan yang sangat vital. Setiap hari teman-teman bisa melihat sendiri bagaimana ramainya ruas jalan Kalibeber-Deroduwur dan kondisi jalannya seperti apa,” ujar Hendri.


Ia menyebut kerusakan jalan sudah berlangsung lama. Dalam kurun waktu tersebut, perbaikan yang dilakukan dinilai hanya bersifat tambal sulam.


Warga juga menilai kondisi jalan berdampak pada efisiensi waktu dan keselamatan pengguna jalan. Kerusakan dinilai semakin parah, terutama saat musim hujan.

“Jalan ini sudah lama rusak, kurang lebih sekitar lima tahunan, bahkan bisa dibilang lima sampai sepuluh tahun. Sering ditambal, tapi sekarang kondisinya memang sudah sangat parah,” kata Hendri.


Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan tuntutan kepada Pemkab Wonosobo terkait jalan rusak Kalibeber-Deroduwur. Tuntutan disampaikan sebagai bagian dari aksi simbolik yang digelar di lokasi.


Warga mendesak pemerintah daerah melakukan perbaikan total dan permanen di ruas Jalan Kalibeber-Deroduwur serta Mojosari-Gondang. Mereka juga meminta pembangunan sistem drainase terintegrasi untuk mencegah kerusakan jalan berulang.


Selain itu, warga meminta perbaikan jalan rusak tersebut dilakukan sebelum Hari Raya Idul Fitri 2026.


Warga juga mendorong agar perbaikan jalan dan drainase masuk prioritas utama pembangunan infrastruktur Kabupaten Wonosobo Tahun Anggaran 2027.


Aksi protes warga itu ditemui Camat Mojotengah, Eko Widi Nugroho. Pertemuan dilakukan langsung di lokasi aksi, untuk merespons aspirasi warga terkait kondisi jalan rusak.


Di sekitar lokasi, tampak material perbaikan jalan sudah menumpuk di pinggir ruas jalan Kalibeber-Deroduwur. Pengerjaan perbaikan jalan juga terlihat mulai dilakukan di beberapa titik.


Eko Widi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo.


“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk pelaksanaan perbaikan, insya Allah karena memang sudah rusak akan dilakukan sebelum Idul Fitri,” ujarnya.


Ia menjelaskan, perbaikan yang dilakukan saat ini merupakan penanganan awal terhadap kerusakan jalan. Pemerintah daerah juga menyiapkan perbaikan lanjutan pada tahun anggaran berikutnya.


Menurutnya, rencana perbaikan lanjutan tersebut telah masuk dalam tahapan perencanaan daerah. Program tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama DPRD Kabupaten Wonosobo.


“Untuk penyempurnaannya, insya Allah akan dilaksanakan pada 2027, karena kemarin waktu di Musren sudah masuk prioritas dan nanti masuk ke RKPD Kabupaten 2027,” pungkas Eko.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube