Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Sekolah Rakyat Jepara Beroperasi Tahun Ini, Siap Tampung 100 Siswa Belajar

Bupati Witiarso mengunjungi rumah calon siswa sekolah rakya rintisan di Desa Ngeling Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara. (arif pramono/disway jateng).

JEPARA — Kehadiran Sekolah Rakyat (SR) rintisan di Kabupaten Jepara dipastikan akan mulai beroperasionalisasi pada tahun ajaran 2025/2026.


Ditargetkan ada 100 siswa kurang mampu dari berbagai jenjang pendidikan, direncanakan belajar di sekolah gratis tersebut.


Kepastian ini diungkapkan Bupati Jepara Witiarso Utomo, saat mengunjungi rumah calon siswa SR Rintisan di Desa Ngeling Kecamatan Pecangaan, Rabu 2 Juli 2025. Kunjungan lapangan kali ini dilakukan usai kegiatan Bupati Ngantor di Desa Ngeling.


"Sesuai arahan Menteri Sosial, makanya kita datangi langsung calon siswa SR. Kita ingin memastikan jika calon siswa SR itu memang benar-benar tidak mampu dan sesuai kriteria yang ditetapkan Presiden Prabowo," ujar Witiarso didampingi Kepala Dinsospermades Jepara Edy Marwoto.

Rumah yang dikunjungi Bupati Witiarso adalah milik Rusmi warga RT 6 RW 1 Desa Ngeling. Anak perempuan Rusmi yang bernama Mirza Ramadhani (7) dan dua kakaknya, merupakan calon siswa SR Rintisan di Jepara. 


Anak kedua Rusmi tercatat masih kelas 5 SD. Sedang anak pertamanya baru lulus SMP dan berniat melanjutkan ke jenjang SMA.


Berdasarkan pantauan di lokasi, lantai rumah Rusmi hanya diplester kasar. Tak terlihat barang elektronik di ruang tamu rumah berdinding herbel itu. Rusmi tinggal di rumah itu bersama tiga anak dan ibunya.


Sehari-hari, untuk menutupi kebutuhan keluarga, Rusmi menjadi buruh pemintal Tenun Troso. Sedang suaminya bekerja sebagai tukang bangunan di Cirebon Jawa Barat.

Bupati Witiarso foto bersama warga RT 6 RW 1 Desa Ngeling.

Witiarso menargetkan ada 100 siswa yang belajar di SR Rintisan yang lokasinya di Balai Latihan Kerja (BLK) Pecangaan. Rencananya, 100 siswa dibagi menjadi empat rombongan belajar (rombel). Rinciannya dua rombel untuk SD, satu rombel SMP dan satu rombel untuk jenjang SMA. 


SR Rintisan tersebut juga untuk menampung anak jalanan atau anak punk yang kerap terlihat beraktivitas di wilayah Jepara. Saat ini, pihaknya terus melakukan verifikasi untuk memastikan layak tidaknya anak-anak calon siswa SR tersebut.


"Kita assessment dulu. SR ini tidak memandang usia, jadi semisal umurnya sudah 15 tahun, masuk SD juga bisa, termasuk anak punk itu. SR ini memang diproyeksikan untuk memutus mata rantai kemiskinan sesuai cita-cita Presiden Prabowo," paparnya.


Keberadaan SR di BLK Pecangaan merupakan rintisan. Sebab saat ini, usulan pembangunan SR di Desa Suwawal Timur Kecamatan Pakisaji Jepara baru masuk tahap penyusunan DED. Proses itu dijadwalkan hingga September mendatang. 


Jika tak ada aral melintang, groundbreaking (peletakan batu pertama) SR di Jepara akan dimulai pada Oktober 2025. Dijadwalkan, operasional SR di Jepara ini akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Jika sudah beroperasi, maka SR Rintisan di BLK Pecangaan juga akan dipindah ke Suwawal Timur.


Sementara itu, Rusmi bersyukur lantaran anaknya bakal menjadi siswa SR yang proses pendidikannya tak dipungut biaya alias gratis. Hal itu diakuinya membantu keluarganya yang memang termasuk kalangan kurang mampu.


"Maturnuwun Pak Bupati Witiarso. Senang sekali karena sekolah anak saya dijamin pemerintah," tandasnya. 

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube