Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

75 Siswa SMKN 11 Semarang Diduga Keracunan MBG, Dua Masih Dirawat

MBG - 75:siswa SMKN 11 Semarang diduga keracunan MBG yang dibagikan sekolah
Kamis 8 Januari 2026. (Umar Dani/diswayjateng.com)

SEMARANG diswayjateng.com – Sedikitnya 75 siswa SMKN 11 Banyumanik Kota Semarang dilaporkan mengalami gejala keracunan. Mereka pusing dan mual, usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan sekolah.


Dugaan keracunan itu berawal dari keluhan sejumlah orang tua siswa. Mereka menyampaikan anak-anaknya jatuh sakit usai mengonsumsi MBG dari sekolah.


Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Disdikbud Jawa Tengah, Haris Wahyudi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, ia meluruskan waktu kejadian yang sempat disebut terjadi pada Jumat.


“Yang benar kejadiannya kemarin, Kamis, 8 Januari 2026,” kata Haris saat dikonfirmasi awak media, Jumat 9 Januari 2026.


Haris menjelaskan, hari itu sebanyak 1.400 siswa SMKN 11 Semarang menerima MBG. Menunya adaiah nasi, oseng labu, perkedel tahu, ayam suwir, dan buah semangka.


Dari menu tersebut, diduga ayam suwir dalam kondisi tidak layak konsumsi. “Yang dirasa basi itu ayamnya,” ujarnya.


Setelah menyantap makanan dan bersiap pulang sekolah, sejumlah siswa mulai merasakan gejala seperti pusing dan mual sekitar pukul 16.00 WIB.


Pihak sekolah yang panik segera membawa para siswa ke RS Hermina Banyumanik untuk mendapatkan penanganan medis.


“Data sementara ada 75 siswa yang melapor. Empat anak sempat dirawat di rumah sakit, dua di antaranya sudah pulang, sementara lainnya menjalani perawatan di rumah masing-masing,” jelas Haris.


Disdikbud Jawa Tengah, lanjut Haris, akan mendalami penyebab kejadian tersebut, termasuk mengapa hanya sebagian siswa yang mengalami gejala keracunan.

Menurutnya, MBG di SMKN 11 Semarang disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di wilayah Banyumanik.


 “Kalau istilah masyarakat, SPPG yang ada di Kodam,” katanya.


Meski demikian, Haris mengaku belum mengetahui secara pasti apakah SPPG tersebut dikelola oleh Kodam IV/Diponegoro atau pihak swasta.


Untuk sementara, aktivitas SPPG dihentikan sambil menunggu hasil evaluasi dan penelusuran penyebab kejadian.


“Karena makanan basi dan lain sebagainya masih sebatas dugaan,” tambahnya.


Ia juga menyampaikan bahwa tim dari Badan Gizi Nasional (BGN) turut diterjunkan untuk mendalami dan mengevaluasi kasus dugaan keracunan MBG tersebut.


Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto mengungkapkan bahwa SPPG yang menyuplai MBG ke SMKN 11 Semarang bernama SPPG Banyumanik Pudakpayung IV.


“Nama SPPG-nya SPPG Banyumanik Pudakpayung IV. Saat ini masih dilakukan pengecekan oleh Polrestabes Semarang,” ujar Artanto saat dihubungi.


Namun, Artanto enggan mengungkap siapa pihak pengelola SPPG tersebut. Ia menyarankan agar konfirmasi lebih lanjut disampaikan kepada Badan Gizi Nasional.


“BGN yang memiliki kewenangan untuk memberikan pernyataan,” pungkasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube