TEGAL — Kini marak sekali penipuan di dunia maya, salah satunya penipuan scam yang sedang viral di aplikasi tiktok.
Penipuan scam ini memakan banyak korban, oleh sebab itu sebagai pengguna smartphone yang bijak anda perlu berhati-hati dan selalu waspada.
Berikut ini akan kami bahas secara lengkap tentang fakta dan berbagai jenis penipuan scam yang marak terjadi, yuk simak terus ulasannya dibawah ini.
Jenis Penipuan Scam :
1. Giveaway Palsu
Ini adalah salah satu modus penipuan scam paling umum. Penipu akan mengunggah video atau membuat akun yang mengklaim mengadakan "giveaway" dengan hadiah fantastis seperti uang tunai, smartphone terbaru, motor, bahkan mobil.
Modus: Mereka akan meminta pengguna untuk like, follow akun mereka, share video, atau tag teman sebagai syarat partisipasi.
Jebakan: Setelah semua syarat dipenuhi, korban akan dihubungi (seringkali melalui WhatsApp atau Telegram) dan diminta membayar "biaya administrasi" atau "ongkos kirim" untuk klaim hadiah. Setelah transfer dilakukan, penipu akan menghilang dan hadiah tidak pernah ada.
Contoh Kasus: Ada laporan penipuan giveaway Rp 50 juta yang menjebak ratusan korban dengan modus ini, meminta biaya administrasi bertahap.
2. Penipuan Endorse/Kerja Paruh Waktu Palsu
Modus penipuan scam ini menargetkan pengguna yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan atau menjadi influencer.
Modus: Penipu akan menghubungi melalui pesan pribadi di TikTok, WhatsApp, atau Telegram, menawarkan pekerjaan paruh waktu atau kesempatan endorse produk dengan imbalan yang menggiurkan, seperti hanya like dan follow akun tertentu.
Jebakan: Awalnya, korban mungkin akan menerima sedikit uang sebagai "komisi" untuk meyakinkan. Namun, lama-kelamaan mereka akan diminta melakukan tugas yang lebih kompleks atau mentransfer sejumlah uang dengan dalih biaya pendaftaran, pembelian produk awal, atau "dana jaminan" yang dijanjikan akan dikembalikan. Link berbahaya (phishing) atau file APK juga sering disisipkan untuk mencuri data.
Waspada: TikTok sendiri tidak akan meminta informasi login atau pembayaran melalui aplikasi chat informal.
3. Penipuan Pura-pura Karyawan TikTok atau Kurir Logistik
Modus penipuan scam ini sering menargetkan para penjual di TikTok Shop.
Modus: Scammer mengaku sebagai karyawan TikTok Shop atau dari pihak logistik (misalnya J&T, JNE). Mereka menghubungi korban melalui WhatsApp atau Telegram, memberitahu ada masalah dengan akun toko atau pengiriman pesanan (misalnya "pelanggaran toko", "paket tertahan").
Jebakan: Mereka akan menggunakan bahasa yang mengancam (urgent, "risiko tinggi") dan meminta detail login akun TikTok Shop, informasi pembayaran, atau bahkan meminta mengklik tautan berbahaya (phishing) atau mengunduh file yang berisi malware.
Ingat: TikTok tidak akan pernah meminta informasi sensitif melalui aplikasi chat dan selalu verifikasi pesan yang mencurigakan melalui Seller Center resmi atau kontak support TikTok.
4. Penipuan Investasi Kripto Palsu
Seiring naiknya popularitas kripto, penipu memanfaatkannya untuk menjebak korban.
Modus: Menjanjikan keuntungan investasi kripto yang sangat besar dalam waktu singkat dengan modal kecil. Mereka sering menggunakan video atau testimoni palsu untuk memamerkan "keberhasilan" fiktif.
Jebakan: Ini adalah skema Ponzi atau piramida di mana korban diminta menyetor uang, namun uang tersebut akan hilang dan tidak ada investasi sungguhan.
5. Akun Palsu (Fake Influencer/Celebrity Accounts)
Penipu membuat akun yang mirip dengan influencer atau selebriti terkenal.
Modus: Mereka meniru nama, foto, dan bahkan video dari tokoh publik asli untuk meyakinkan calon korban.
Tujuan: Untuk menarik perhatian dan kemudian melancarkan berbagai modus penipuan lainnya (seperti giveaway palsu atau penawaran endorse).
6. Konten Dewasa/Berbahaya
Beberapa penipu menggunakan konten dewasa untuk menarik perhatian.
Modus: Menawarkan "konten premium" atau eksklusif.
Jebakan: Tujuannya adalah mencuri informasi keuangan atau data pribadi korban.
Dengan lebih memahami berbagai taktik penipuan scam ini, kita bisa lebih bijak dalam berselancar di TikTok dan melindungi diri dari kerugian.