Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Normalisasi Sungai Londo Jadi ‘Dewa Penyelamat’ Petani Undaan Kudus

Bupati Samani bersama tim BBWS dan Dinas PUPR Kudus meninjau proyek pengerukan Sungai Londo di Kecamatan Undaan.

KUDUS — Pemkab Kudus melakukan normalisasi atau pengerukan pendangkalan di Sungai Londo yang kini mulai dikerjakan.


Hal ini sebagai respon pemerintah adanya gagal panen akibat banjir dan pendangkalan sungai hampir lima tahun lamanya.


Kondisi ini sempat membuat kalangan petani petani di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus merana.


Proyek normalisasi sungai Londo ini, diharapkan mampu mengatasi lahan pertanian yang selama ini kerap tergenang banjir.


 

Samani menyebut, proses normalisasi Sungai Londo melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Dinas PUPR Kudus, pemerintah Kecamatan Undaan, serta pemerintah desa terdampak. Yakni Desa Lambangan, Wonosoco dan Burugenjang.

 

“Kami hadir untuk memastikan bahwa normalisasi ini berjalan baik. Ini bentuk gotong royong lintas instansi demi membantu masyarakat, khususnya para petani, agar bisa menanam padi minimal dua kali dalam setahun,” ujar Sam’ani.

 

Bagi petani Wonosoco dan desa lainnya, pengerukan Sungai Londo adalah harapan yang sempat nyaris padam. Sebab selama bertahun-tahun lamanya setiap musim hujan datang, sawah mereka berubah menjadi genangan banjir.

 

Ribuan hektare tanaman padi pun tak sempat tumbuh sempurna. Rugi demi rugi harus dirasakan para petani, selama dua musim tanam setiap tahunnya.

Proyek normalisasi sungai Londo diharapkan mengatasi lahan pertanian yang selama ini kerap tergenang banjir.

Ketua Kelompok Tani Wadukrejo, Sudaji memaparkan beratnya kondisi yang mereka hadapi selama beberapa tahun itu.

 

“Sudah lima tahun ini kami tidak bisa panen. Kalau hujan turun deras, air sungai langsung meluap ke sawah. Kondisi pertanian jatuh terus. Gagal panen terus-menerus,” ucapnya.

 

Ia menilai keberhasilan normalisasi Sungai Londo menjadi penentu nasib petani ke depan. Tanggul yang lebih tinggi dan aliran air yang lancar, diharapkan menjadi solusi jangka panjang.

 

“Harapan kami, normalisasi ini bisa berjalan sampai tuntas. Biar kami bisa nanam lagi, biar sawah kami nggak kebanjiran terus. Kalau panen lancar, kami bisa hidup tenang,” pungkasnya.

 

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube