Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Jalan Tol Demak-Tuban Ditunda

DITUNDA - Rapat konsultasi publik penyusunan dokumen AMDAL proyek Jalan Tol Demak-Tuban di Kudus tahun lalu. (arif pramono/disway jateng)

KUDUS — Keinginan masyarakat terkait kehadiran pembangunan jalan bebas hambatan (tax on location) di Kabupaten Kudus lagi-lagi harus tertunda. Sebab pemerintah pusat memutuskan pelaksanaan pembangunan Jalan Tol Demak-Tuban ditunda.


Penundaan mega proyek infrastruktur jalan ini, dengan mengalihkan fokus ke pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall).


Keberadaan tanggul laut ini, sebagai proyek strategis menghadapi ancaman abrasi dan banjir rob di kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura).


Tentu saja penundaan proyek jalan tol ini, berdampak langsung pada sejumlah daerah yang akan dilintasi ruas tol tersebut.


Padahal jalan tol yang rencananya membentang dari Demak melintasi Kudus hingga Tuban itu, diharapkan mampu menjadi jalur vital konektivitas ekonomi kawasan timur Jawa Tengah.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Harry Wibowo, langkah ini diambil karena masalah abrasi, banjir rob dan penurunan muka tanah di pesisir utara Jawa telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.


“Pembangunan giant sea wall saat ini menjadi perhatian utama pemerintah, mengingat dampaknya terhadap keselamatan dan keberlanjutan lingkungan masyarakat pesisir,” ujar Harry.


Rencana pembangunan tanggul laut raksasa akan membentang di sepanjang garis Pantura, terutama di wilayah-wilayah rawan bencana seperti Demak, Semarang, hingga Pekalongan. 


“Proyek ini melibatkan kolaborasi lintas kementerian serta dukungan dari pemerintah daerah setempat,” terang Harry.


Kabupaten Kudus yang sebelumnya menjadi salah satu wilayah strategis dalam proyek Tol Demak–Tuban, kini harus menyesuaikan kembali agenda pembangunan daerahnya. 

Kepala Dinas PUPR Kudus
Harry Wibowo menginformasikan penundaan proyek jalan tol yang melintas di wilayah Kudus.

Harry mengakui, penundaan proyek tol berdampak pada rencana pembebasan lahan, potensi investasi, serta pengembangan infrastruktur penunjang.


“Dengan jalan tol yang melintasi Kudus, kita berharap akan ada efek domino ekonomi yang menguntungkan. Sekarang kami harus menyesuaikan kembali rencana pembangunan daerah,” tambah Harry.


Ia menjelaskan bahwa proyek Tol Demak–Tuban di wilayah Kudus seharusnya sudah memasuki tahap identifikasi lahan. Namun dengan adanya kebijakan penundaan, seluruh proses tersebut kini dihentikan sementara.


Namun Pemkab Kudus tetap berharap proyek tol tidak dibatalkan total. Melainkan hanya ditunda hingga kondisi memungkinkan. Sebab keberadaan jalan tol sangat dibutuhkan. 


Kehadiran jalan tol di Kudus bisa meengurangi beban jalan nasional. Selain itu, memperlancar arus logistik, serta membuka akses baru dari kawasan industri di Kudus menuju Semarang.


“Kami optimistis proyek ini tetap akan dilanjutkan di masa depan. Saat ini, kami dukung langkah strategis pemerintah pusat untuk menyelamatkan kawasan pesisir terlebih dahulu,” pungkas Harry. 


Untuk diketahui, rencana proyek jalan Tol sepanjang 94 KM akan melewati 3 kecamatan di Kudus. Yakni, Undaan, Mejobo dan Jekulo. Pemkab Kudus juga sudah meminta adanya exit Tol dan rest area di wilayahnya. 

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube