Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Tiga Bulan Terendam Banjir, Warga Bonang Kritisi Kinerja Pemkab Demak

TERENDAM - Wilayah di Kecamatan Bonang Kabupaten Demak
masih terendam banjir sejak tiga bulan lalu. (dok.)

DEMAKDEMAK, diswayjateng.com – Warga Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, mengeluhkan kondisi Jalan Raya Demak–Moro yang rusak dan terendam banjir selama kurang lebih tiga bulan terakhir. Padahal, jalan tersebut merupakan jalan kabupaten dengan fungsi vital sebagai akses utama pendidikan, pemerintahan, dan perekonomian masyarakat.


Ahmad Fahmi, warga Desa Tridonorejo yang rumahnya berada tepat di tepi jalan tersebut, mengatakan genangan air terjadi hampir setiap hari. Menurutnya, jalan yang selalu tergenang ini menjadi jalur penting karena di sepanjang ruas tersebut terdapat SMP, SD, serta Kantor Kecamatan Bonang.


“Jalan Raya Demak–Moro ini sangat vital. Selain ada sekolah dan kantor kecamatan, jalan ini juga penghubung utama aktivitas ekonomi warga Bonang. Tapi sudah sekitar tiga bulan tidak ada tindakan nyata dari pemerintah untuk penanganan banjir rob. Ini tentu menyakitkan,” ujar Fahmi, Senin (5/1/2026).


Ia berharap pemerintah daerah dan dinas terkait, termasuk Bupati Demak, segera turun langsung memberikan solusi konkret. Fahmi menegaskan warga tidak ingin persoalan ini berlarut hingga memicu aksi protes besar-besaran.


Sebagai pedagang, Fahmi mengaku dampak banjir sangat terasa terhadap penghasilannya. Dagangan menjadi sepi karena banyak pengendara enggan melintas di jalur tersebut dan memilih jalan alternatif melalui kampung-kampung.


Keluhan serupa disampaikan warga setempat lainnya yang enggan disebutkan namanya. Ia menyebut genangan air tidak hanya terjadi di depan rumah warga, tetapi juga di depan SMP Bonang dan Kantor Kecamatan Bonang.

“Kalau tidak hujan ya air pasang. Jalan itu sudah terendam kurang lebih tiga bulan lebih. Mulai dari Bumdesma UPK Bonang sampai sekitar satu kilometer ke arah Keripik. Jalannya bahkan sampai berlumut karena terlalu lama terendam, jadi licin dan berbahaya,” ungkapnya.


Menurut warga, air sempat surut beberapa kali, namun kembali menggenang dalam waktu singkat. Kondisi tersebut dinilai semakin membahayakan pengguna jalan dan menghambat aktivitas masyarakat.


Warga berharap pemerintah segera menerapkan solusi jangka pendek dan jangka panjang. Di antaranya melalui manajemen drainase dan sungai, normalisasi sungai dengan membersihkan sedimentasi serta sampah, pengembangan sistem drainase berkelanjutan yang mampu menampung kapasitas hujan maksimal, penggunaan material permeabel pada trotoar dan jalan, hingga pembangunan kolam retensi atau danau buatan untuk menampung air berlebih sementara.


Selain itu, warga juga menyoroti pendangkalan sungai dari hulu hingga hilir serta pengaturan bendungan di wilayah hulu. Mereka berharap pengelolaan pintu air dilakukan secara tepat, terutama saat terjadi pasang air laut atau banjir rob, agar genangan tidak semakin parah di wilayah Bonang.


Hingga kini, warga masih menunggu langkah nyata dari pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan banjir yang telah berlarut-larut tersebut.