Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

BRIN Temukan Sesar Aktif di Kota Semarang, Potensi Gempa Harus Diwaspadai

Tim BRIN identifikasi sesar aktif di Semarang
Demak
Kendal. Potensi gempa besar terungkap. (ist)

SEMARANG — Tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengidentifikasi potensi sesar aktif di wilayah Semarang, Demak, dan Kendal. 

Temuan ini muncul setelah pelaksanaan ekspedisi geologi darat yang dilakukan pada Mei 2025 oleh Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, sebagai bagian dari riset kebencanaan dan mitigasi bencana gempa bumi di Jawa Tengah.


Ekspedisi ini bertujuan mendokumentasikan struktur geologi aktif, khususnya sesar naik yang diduga menjadi sumber aktivitas seismik di masa lalu. 


Hasil penelitian menunjukkan adanya batas morfologi mencolok antara wilayah pantai utara Jawa dan dataran tinggi di bagian selatan Semarang, yang mengindikasikan keberadaan sesar aktif.


"Sesar aktif di Semarang sudah terkonfirmasi dengan ditemukannya indikator geologi berupa batuan dan endapan," ungkap Sonny Aribowo, peneliti Paleoseismologi BRIN, dalam siaran resminya di Brin.go.id.


Dalam keterangan tersebut terbagi menjadi tiga zonasi yang diindikasi keberadaa sesar aktif seperti zona timur (Demak) Ditemukan gawir sesar setinggi 1 meter di atas endapan aluvial muda. Lokasi ini dinilai ideal untuk survei geolistrik dan pemetaan LiDAR.

Zona Kota Semarang dengan struktur sesar terlihat di area Taman Makam Pahlawan dengan gawir setinggi 4 meter. Survei lanjutan diperlukan karena wilayah ini sudah mengalami banyak perubahan topografi akibat pembangunan.


Zona Barat di wilayah Kendal pada kawasan Bendungan Juwero menunjukkan gawir sesar antara 0,5–3 meter dan jejak sesar aktif dengan indikasi aktivitas tektonik Holosen. Beberapa bagian sesar bahkan naik hingga 20 meter, menjadi bukti kuat aktivitas kerak bumi.


Wilayah Semarang menjadi perhatian karena memiliki patahan panjang, yang masih diteliti untuk menentukan apakah merupakan satu segmen sesar utuh atau terdiri dari beberapa bagian terpisah. Jika berasal dari satu sesar besar, potensi gempa bumi bermagnitudo tinggi bisa terjadi, bahkan lebih kuat dibanding Sesar Lembang di Jawa Barat.


"Dari permukaan, sesar terlihat terputus-putus. Maka akan dilakukan ekspedisi lanjutan pada Agustus atau September 2025 dengan metode trenching, guna mengetahui siklus gempa di kawasan ini," jelas Sonny.


Riset akan di lanjutan pada Agustus 2025 akan mencakup pengambilan 10 sampel ilmiah untuk analisis laboratorium, pemetaan geologi di tujuh titik lokasi dan penyusunan draf publikasi ilmiah untuk diseminasi hasil riset.


Temuan ini sangat penting bagi pengembangan strategi mitigasi bencana gempa bumi, perencanaan tata ruang kota Semarang dan sekitarnya, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap risiko geologi tersembunyi. Dokumentasi dan pemetaan sesar aktif secara akurat akan menjadi fondasi penting dalam membangun ketangguhan wilayah terhadap bencana.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube