Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

ASN Seklur di Semarang Tersandung Kasus Dugaan Pelecehan, Promosi Jabatan Terancam Batal

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial "A" yang menjabat sebagai Sekretaris Lurah (Seklur) di wilayah Kecamatan Semarang Tengah gagal direkomendasikan jadi Lurah.

SEMARANG — Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial "A" yang menjabat sebagai Sekretaris Lurah (Seklur) di wilayah Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, harus menghadapi kenyataan pahit. 


Rencana promosi jabatan sebagai Lurah yang telah diajukan untuknya kini terancam batal setelah ia terseret dalam kasus dugaan pelecehan terhadap seorang remaja perempuan berusia 19 tahun, berinisial "U".


Camat Semarang Tengah, Aniceto Magno Da Silva yang akrab disapa Bang Moy menegaskan bahwa ASN tersebut memang tengah direkomendasikan untuk promosi menjadi Lurah. Namun, proses tersebut kini ditunda hingga permasalahan selesai.


"Yang bersangkutan sedang kita promosikan, tapi karena sudah jadi polemik masyarakat, baik terbukti atau tidak, promosinya kita pending," ujar Bang Moy saat dikonfirmasi diswayjateng.com, Senin, 7 Juli 2025.


Dengan nada tegas, Bang Moy menegaskan akan melayangkan surat kepada Wali Kota Semarang, Agustina untuk mempertimbangan promosi yang sudah diajukan sebagai Lurah.


"Besok kita buatkan surat kepada Bu Wali untuk dipertimbangkan yang bersangkutan untuk tidak dipromosikan supaya enggak berkembang ke mana-mana," terangya.


Bang Moy meminta maaf kepada remaja yang mengaku sudah dilakukan pelecehan terhadap stafnya. Dan ia menegaskan bahwa tidak ada kompromi dalam kasus pelecehan, apalagi dilakukan oleh aparatur negara yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat.


"Saya marah besar. Kita semua punya anak perempuan, punya saudara perempuan. Tidak ada toleransi untuk tindakan seperti itu. Saya minta maaf kepada korban dan keluarganya atas tindakan staf saya," tegasnya.


Bang Moy juga mengupayakan mediasi kekeluargaan untuk menyelesaikan kasus ini tanpa memperkeruh situasi. Namun, ia memastikan bahwa langkah administratif tetap akan diambil.

"Saya sudah panggil kedua belah pihak. Kalau bisa diselesaikan secara baik-baik, ya kita lakukan secara kekeluargaan. Tapi bukan berarti tidak ada sanksi. Promosinya sudah kami pending, dan besok akan kami buatkan surat resmi ke Ibu Wali Kota agar dipertimbangkan," jelasnya.


Ia juga menegaskan, keputusan ini adalah bentuk tanggung jawab moral sebagai atasan langsung dari ASN yang bersangkutan.


Kasus ini mencuat ke publik setelah korban mengunggah pengakuan dalam sebuah video berdurasi dua menit yang menjadi viral di media sosial pada Minggu malam, 6 Juli 2025. 


Video tersebut dibagikan ulang oleh akun Instagram lokal populer @smg_repostt dan @info_semarang_update.


Dalam unggahannya, korban "U" mengaku dilecehkan oleh oknum ASN saat mereka bertemu setelah berkenalan melalui aplikasi pertemanan Omi. 


Ia menyebut, pelaku menjemput dirinya dan seorang temannya menggunakan mobil dinas, lalu membawa mereka ke sebuah tempat karaoke di kawasan Jalan Sultan Agung, Semarang.


"Awalnya kami bernyanyi biasa. Tapi kemudian, dia mulai melakukan tindakan yang tidak senonoh di dalam room karaoke, bahkan sejak di dalam mobil pun sudah mulai memaksa," ungkap korban dalam video tersebut.


Kasus ini bermula dari perkenalan antara korban dan pelaku melalui aplikasi Omi. Keduanya sepakat bertemu dan pergi menggunakan mobil dinas milik pelaku. Dugaan pelecehan pertama terjadi saat perjalanan, dan berlanjut di ruang karaoke.


"Saat itu temanku keluar sebentar dari ruangan, lalu dia (pelaku) mulai melakukan hal yang tidak pantas. Bahkan temanku juga sempat menjadi korban,” jelas "U" dalam videonya.


Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube