Brebes — Tidak ada angin tidak ada hujan, atap teras Kantor pemerintah Terpadu (KPT) Brebes tiba-tiba ambruk. Insiden mengagetkan ini terjadi pada Minggu (21/9/2025). Dua orang yang sedang memperbaiki kebocoran atap drop zone depan KPT ini tertimpa reruntuhan material.
Bahkan, satu orang sempat terebak karena terjepit bangunan atap yang terbuat dari baja. Beruntun tangan kirinya yang terjepit bisa dilepaskan dan segera dievaluasi.
Dari informasi yang berhasil diihimpun di lapangan, suasana di depan lobi sedang ramai beberapa menit sebelum insiden ambruknya atap teras KPT Brebes.
Sejumlah agenda sedang belansung di sana masih dalam rangka memeiakan U ke-80 Republik Indonesisa. Diantaranya lomba Push Bike dan Layangan Aduan untuk tingkat kabupaten.
Ambruknya atap teras KPT ini diawali dengan suara gemuruh, sehingga orang-orang bisa langsung menghindar sebelum atap bermaterial batang baja jatuh. Nahas, dua pekerja yang sedang berada di bawah atap pojok kiri tak sempat menyelamatkan diri. Akibatnya, kedua tukang tersebut tertimpa material atap lobi yang ambruk.
"Waktu suara gemuruh, kayak terjadi bencana langsung disusul atap ambruk semuanya. Ternyata, ada dua pekerja yang tertimpa," ungkap seorang peserta lomba layangan yang enggan disebutkan identitasnya.
Setelah atap ambruk dan mengakibatkan korban, tim medis yang sedang bertugas langsung memberikan pertolongan. Yakni, mengevakuasi satu pekerja yang mengalami luka di bagian kepala lantaran tertimpa material berat atap.
Sedangkan, satu pekerja lainnya, masih terjebak dalam reruntuhan atap karena tangan dan badannya terjepit material atap. Butuh waktu sekitar 20 menit, hingga akhirnya pekerja yang terjebak tersebut berhasil dievakuasi oleh tim Damkar dibantu mandor dan sejumlah warga.
Hingga berita diterbitkan, tak ada korban lain yang mengalami luka akibat insiden ambruknya atap Lobi Kantor KPT Brebes tersebut.(syamsul)