SEMARANG — SEMARANG, diswayjateng.com – Hujan baru saja reda ketika Bu Ngatimah terbaring lemah di ruang perawatan RSUD KRMT Wongsonegoro, Semarang.
Perempuan paruh baya itu tak pernah menyangka, bisa membantu tetangga yang saat menggelar hajatan justru berujung pada kecelakaan yang membuatnya harus menjalani perawatan medis intensif.
Bagi sebagian orang, peristiwa semacam ini mungkin hanya dianggap musibah biasa. Namun bagi Bu Ngatimah, yang sehari-hari bekerja serabutan dengan penghasilan tak menentu, kecelakaan tersebut berpotensi menjadi awal dari beban ekonomi berkepanjangan. Terlebih, penghasilan sang suami pun tidak tetap, cukup untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga.
“Awalnya saya khawatir, memikirkan biaya rumah sakit. Kami tidak punya tabungan,” tutur Ngatimah lirih, Selasa, 6 Januari 2025.
Kekhawatiran itu perlahan sirna. Seluruh biaya pengobatan yang ia jalani ditanggung penuh oleh BPJS Ketenagakerjaan. Kepesertaan tersebut ia peroleh bukan dari perusahaan atau tempat kerja tetap, melainkan dari Program ASN Peduli Pekerja Rentan yang digagas Pemerintah Kota Semarang.
Perlindungan Nyata untuk Pekerja Informal
Bu Ngatimah adalah satu dari ribuan pekerja sektor informal di Kota Semarang yang masuk kategori pekerja rentan. Mereka bekerja dengan penghasilan tidak tetap, minim perlindungan, dan memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja maupun kondisi darurat lainnya.
Melalui Program ASN Peduli Pekerja Rentan, iuran BPJS Ketenagakerjaan Bu Ngatimah dibayarkan lewat skema gotong royong Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Semarang. Skema ini menjadi jaring pengaman sosial bagi warga yang selama ini berada di luar sistem perlindungan ketenagakerjaan formal.
Kisah Ngatimah menjadi gambaran konkret bagaimana jaminan sosial ketenagakerjaan berperan penting menjaga ketahanan ekonomi keluarga pekerja informal. Saat risiko kerja terjadi, mereka tetap memiliki akses layanan kesehatan tanpa harus terjerumus dalam tekanan finansial yang lebih berat.
“Kalau tidak ada bantuan ini, mungkin kami harus berutang atau menjual barang,” ungkap Ngatimah.
Komitmen Pemkot Semarang Perluas Jaminan Sosial
Program ASN Peduli Pekerja Rentan bukanlah kebijakan yang berdiri sendiri. Program ini merupakan bagian dari upaya strategis Pemerintah Kota Semarang untuk memperluas cakupan kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, sejalan dengan arahan pemerintah pusat.
Berdasarkan data tahun 2025, cakupan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kota Semarang telah mencapai 51,59 persen. Pemerintah Kota menargetkan peningkatan hingga 71,59 persen, atau setara dengan perlindungan tambahan bagi sekitar 170 ribu tenaga kerja.
Program ASN Peduli Pekerja Rentan diposisikan sebagai salah satu langkah percepatan untuk menjangkau pekerja sektor informal yang selama ini belum tersentuh perlindungan sosial ketenagakerjaan.
Negara Hadir Saat Risiko Terjadi
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa perlindungan pekerja rentan merupakan bagian penting dari upaya menjaga ketahanan sosial masyarakat. Menurutnya, jaminan sosial ketenagakerjaan adalah wujud nyata kehadiran negara ketika warga menghadapi risiko kerja yang tidak terduga.
“Program ini dirancang agar pekerja informal tetap memiliki rasa aman saat bekerja. Ketika risiko terjadi, mereka tidak dibiarkan menghadapi beban itu sendirian,” ujar Agustina.
Ia menambahkan, perlindungan sosial bukan sekadar angka kepesertaan, melainkan soal memastikan warga tetap memiliki harapan dan kesempatan untuk bangkit setelah musibah.
Harapan dan Langkah Ke Depan
Ke depan, Pemerintah Kota Semarang terus mendorong partisipasi ASN dalam program gotong royong ini, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan. Tujuannya, agar semakin banyak pekerja rentan memperoleh perlindungan sosial ketenagakerjaan yang berkelanjutan, tepat sasaran, dan berdampak langsung.
Bagi Bu Ngatimah, program ini bukan sekadar bantuan administrasi. Ia adalah penyelamat di saat genting, sekaligus bukti bahwa kepedulian bersama mampu mengubah nasib seseorang.
“Saya merasa tidak sendirian, ternyata masih ada yang peduli," ucapnya. (Sul)