Mengenal lebih dekat Gus baha, Berikut Profil Singkatnya

Foto Kesederhanaan Gus Baha
Foto Kesederhanaan Gus Baha

Tegal, DiswayjatengSiapa yang tidak kenal Gus baha? Sosok Kyai dengan nama lengkap Baha’uddin Nursalim yang kerap menjadi idola masyarakat Indonesia.

Kyai dengan latar belakang santri ini, lahir pada 27 September 1970 di Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Beliau merupakan putra dari seorang ulama pakar Al-Qur’an dan juga pengasuh Pondok Pesantren Qur’an LP3AI. Pengasuh tersebut bernama KH. Nursalim al-Hafizh dari Narukan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Ayah Gus Baha (KH. Nursalim) merupakan murid dari KH. Arwani al-Hafidz Kudus KH. Abdullah Salam ak-Hafidz Kajen Pati. Di mana keduanya nasabnya bersambung kepada para ulama besar.

Dari silsilah keluarga ayah, Gus Baha’ merupakan generasi ke empat ulama-ulama ahli Al-Qur’an. Sedangkan dari silsilah Ibu, Gus Baha’ menjadi bagian dari keluarga besar ulama Lase, dari Bani Mbah Abdurrahman Basyaiban atau Mbah Sambu.

Gus Baha menikah dengan seorang anak kyai bernama Ning Winda pilihan pamanya dari keluarga Pondok Sidogiri Pasuruan. Ada cerita menarik tentang Gus Baha dan calon mertuanya. Beliau menyakinkan calon mertuanya untuk memikirkan ulang atas rencana pernikaha tersebut. Tentu maksud beliau adalah agar mertuanya tidak kecewa paska kemudian hari. Gus Baha juga menceritakan bahwa dirinya bukan model anak kyai yang glamor, melainkan sosok  yang sederhana.

Pendidikan

Melansir dari laduni.ID, Gus Baha terdidik dari kecil untuk belajar dan meghafalkan al-Qur’an secara langsung oleh ayahnya dengan metod tajwib dan makhorijul huruf secara disiplin. Menginjak usia remaja, ayahnya menitipkan Gus Baha untuk mondok dan berkhidmah kepada KH. Maimoen Zubair atau yang sering terkenal dengan Mbah Maimoen. Gus baha mondok di pesantren Al-Anwar Karangmangu, Sarang, Rembang.

Dalam Pondok Pesantren al-Anwar inilah keilmuan Gus baha mulai mononjol seperti ilmu hadits, fiqih, dan tafsir. Gus Baha juga terkenal salah satu santri yang senantiasa antusias dalam forum musyawarah atau batsul masa’il. Kealimannya terasah tidak hanya karena hafalan melainkan juga diskusi bahkan berdebat secara mendalam.

Mengenal lebih dekat Gus Baha

Saat mondok ini, Gus Baha juga mengkhatamkan hafalan Kitab Sahib Bukhari Muslim lengkap dengan matan, rawi dan sanadnya. Menurut sebagaian riwayat, Gus Baha satu-satunya santri penghafal terbanyak yang mendapatkan rekor pada eranya. Selain keilmuanya yang mapan dan menonjol, Gus Baha termasuk sosok santri yang dekat dengan Kyainya.

Dalam berbagai kesempatan, Gus Baha sering mendampingi gurunya, K.H Maimoen Zubair untuk berbagai keperluan gurunya. Mulai dari sekedar berbincang santai, hingga urusan mencari dasar hukum dan menerima tamu-tamu ulama besar yang berkunjung kepada Mbah Moen. Oleh sebab itu, Gus Baha termasuk murid kesayangan Kyai karismatik Sarang tersebut.

Gus baha juga terkenal sebagai ahli tafsir. Pada sebuah kesempatan Prof Quraish Shihab berkata, “Sulit menemukan orang yang memahami dan menghafal detail-detail al-Qur’a n sehingga detail fikih yang tersirat dalam ayat-ayat Al-Qur’an seperti Gus Baha ini.

BACA JUGA: Buku-buku Karangan Asli Gus Baha Ulama Sejuta Umat

Kisah Teladan

Teladan yang dapat kita tiru dari Gus Baha adalah tentang kesederhanaanya. Beliau selalu saja berpakaian ala biasa bukan karena tidak mampu. Justru jika kita lihat dan tinjau dari silsilah lingkungan keluarganya hampir rata-rata itu kaya raya.

Kesederhanaan beliau tidak hanya dalam berpakaian saja. Tetapi dalam praktik lainya, seperti pengajian, makan, dan aktifitas lainya. Beliau juga terkenal sebagai pemikir yang sederhana dalam memahami agama islam.

Namun dari semua itu, Gus Baha tetap konsisten untuk belajar dan meneruskan perjuangan orang Tuanya yaitu mengasuh pesantren. Bahkan beliau hanya berkenan hadir jika memiliki kedekatan secara ilmu dan nasab. Hal ini beliau nyatakan dengan alasan, salah satunya beliau merasa tidak sehebat yang masyarakat anggap dan harus mengajar dalam pesantrenya. (*)