SRAGEN — Peringatan keras Program Makan Gizi Gratis (MBG) di Masaran. Kebutuhan gizi yang seharusnya terpenuhi, kini dipertaruhkan oleh hidangan yang tak layak konsumsi dan terindikasi basi.
Pada Jumat (12/9) siang, suasana SD 2 Krikilan, Kecamatan Masaran, tak seperti biasanya. Sekolah ini kedatangan Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Sugiyamto. Bukan tanpa alasan, Sehari sebelumnya, dia mendapatkan laporan program Makanan Bergizi (MBG) yang diberikan kepada anak-anak, basi.
"Beberapa makanan, kan sayurnya ada sop. Itu kecut. Basi, Kelamaan mungkin nunggunya. Sebagian kan enggak dimakan," ungkap Sugiyamto dengan nada kecewa
Sugiyamto menegaskan, keluhan tak hanya soal rasa. Ada masalah lain yang juga mengganjal, seperti pada sup basi itu penutup makanan yang sulit dibuka.
Dia telah meminta pihak sekolah untuk proaktif. "Tak suruh tegur. Minta menu yang cocok sesuai permintaan anak. Jangan malah diam,," tegasnya.
Masalah makanan basi ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, ada keluhan tentang bahan makanan yang tidak layak, seperti di Bagor, Kecamatan Miri. Namun kini diklaim sudah lebih baik setelah mendapatkan teguran.
Dia mendorong agar dapur membuat Menu yang disukai anak-anak. Nanti yang disukai anak-anak bisa dimakan habis. Karena sebelumnya sayur berkarung-karung terbuang sia-sia karena tidak dimakan siswa. "Dulu disuruh habiskan siswa, siswanya enggak mau." ujarnya.
Di sisi lain, salah satu guru SD 2 Krikilan, Dodo, mencoba memberikan penjelasan yang meredakan. "Sudah dicicipi sama guru enggak basi. Itu cuma sop yang kuah. Nasi enggak. Lauk enggak. Ada yang asam, ada yang tidak." kata Dodo.
Dia menduga, penyebabnya adalah proses masak yang terburu-buru. "Itu kemungkinan baru masak langsung ditutup. Kan ada tutup yang dibuka sulit banget. Kemungkinan itu yang agak asam," ujarnya.
Dodo mengatakan insiden ini belum dilaporkan ke Dinas. "Karena enggak ada korban, belum. Nanti Pak Sugiyamto suruh foto, disampaikan ke situ." ujar dia.