Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

SPMB Gratis di Jateng Loloskan 72.460 Siswa Miskin ke SMA/SMK

SPMB - Siswa SMK yang diterima di sekolah swasta di Jateng. (umar dani/disway jateng)

SEMARANG — Kebijakan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi membuka akses pendidikan melalui SPMB gratis terbukti efektif menekan angka putus sekolah.


Hampir seluruh siswa dari keluarga miskin di Jateng berhasil terserap di jenjang SMA/SMK melalui jalur reguler maupun program kemitraan dengan sekolah swasta.


Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, sebanyak 77 ribu siswa dari keluarga kurang mampu tercatat dalam database afirmasi. Dari jumlah itu, 70 ribu diterima di SMA/SMK negeri melalui Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) reguler tahun 2025.


Selain itu, 1.913 siswa miskin diterima melalui SPMB kemitraan tahap pertama di sekolah swasta, dan 547 siswa lainnya menyusul di tahap kedua. Dengan demikian, total siswa miskin yang berhasil masuk sekolah tahun ini mencapai 72.460 orang atau setara 94,1 persen dari total data afirmasi.


"Pemprov Jateng melakukan intervensi di daerah miskin ekstrem. Semua siswa yang masuk kategori Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) P1, P2, dan P3 difasilitasi masuk sekolah," ujar Ahmad Luthfi, Jumat, 10 Juli 2025.

Meski demikian, ia mengakui masih ada tantangan budaya di beberapa wilayah, di mana setelah lulus SMP, anak-anak lebih memilih bekerja. Karena itu, edukasi terus digencarkan agar masyarakat memahami pentingnya pendidikan hingga jenjang menengah.


Kepala Disdikbud Jateng, Sadimin, menambahkan bahwa dari total kuota 5.004 kursi di sekolah swasta kemitraan, baru terisi 2.460 siswa. Bukan karena minat yang rendah, melainkan adanya hambatan geografis dan biaya transportasi.


"Mayoritas siswa miskin tinggal cukup jauh dari sekolah swasta kemitraan, sehingga biaya perjalanan menjadi pertimbangan. Banyak dari mereka akhirnya memilih sekolah swasta reguler yang lebih dekat," jelas Sadimin.


Ia juga menyampaikan bahwa sekolah swasta mitra yang hanya terisi sebagian atau bahkan nol siswa akan dievaluasi. Hasil seleksi tahap kedua segera diumumkan, dan siswa yang lolos wajib melakukan daftar ulang sebelum mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube