Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Semarang Genjot Budaya Literasi, Roadshow Bunda Literasi Hadirkan Dongeng hingga Lomba Cerpen

Bambang Suranggono
mengungkapkan bahwa tingkat Indeks Gemar Membaca Kota Semarang saat ini berada di peringkat 9 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.(Wahyu Sulistiyawan)

SEMARANG — Pemerintah Kota Semarang akan mengembangkan budaya literasi dari tingkat PAUD hingga SMA. Hal ini disebabkan Indonesia masih tertinggal karena baru berada di urutan ke-89 dari 114 negara.


Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Kota Semarang, Bambang Suranggono, mengungkapkan bahwa tingkat Indeks Gemar Membaca Kota Semarang saat ini berada di peringkat 9 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. 


"Ibu Wali Kota Semarang, Agustina sudah punya banyak kegiatan yang akan diprioritaskan untuk membangun budaya literasi masyarakat. Mulai dari gemar membaca hingga roadshow Bunda Literasi yang menyentuh semua kalangan," jelas Bambang saat ditemui di pada memperingati hari literasi, Senin,8 September 2025.


Dalam lima bulan ke depan, Wali Kota Semarang dijadwalkan menggelar berbagai roadshow literasi ke sekolah-sekolah, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA. Program ini dikenal dengan nama Bunda Literasi Kota Semarang.


"Besok minggu depan sudah ada roadshow kedua Bunda Literasi. Tahun berikutnya juga sudah direncanakan untuk terus meningkatkan budaya gemar membaca, kreativitas masyarakat, hingga komunitas literasi," tambah Bambang.


Ia menekankan bahwa penguatan literasi sejalan dengan empat pilar UNESCO: how to know, how to do, how to be, dan how to live together.

Gerakan literasi di Kota Semarang kini juga diperkuat melalui jaringan Bunda Literasi yang sudah ada di setiap tingkatan. Tercatat ada 177 Bunda Literasi di kelurahan, 16 di kecamatan, dan satu di tingkat kota yang langsung dijabat oleh Wali Kota.


"Pesan Ibu Wali jelas, kegiatan literasi jangan hanya sebatas struktur, tapi harus menyentuh langsung ke masyarakat. Itu sebabnya kami libatkan media agar publikasi lebih luas, masyarakat bisa ikut terlibat," tegas Bambang.


Salah satu program unggulan adalah Aktivitas Warga Pintar (AWP) yang terbagi menjadi dua bentuk kegiatan, yakni AWP Bertutur dan AWP Bercerita.


AWP Bertutur merupakan progam yang menghadirkan kegiatan dongeng yang dilakukan langsung oleh Wali Kota Semarang. Anak-anak mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA diajak mendengarkan dongeng sebagai sarana menanamkan budaya literasi sejak dini.


Sedangkan untuk AWP Bercerita akakn melibatkan pelajar SD, SMP, SMA hingga usia 30 tahun untuk membuat karya tulis. Mulai dari cerita pendek bertema Kampungku hingga Kota Kotaku.


Menurut Bambang, sudah ada sekitar 1.500 peserta pelatihan menulis cerpen, dan jumlah tersebut akan diperluas hingga 4.500 peserta melalui modul daring di YouTube.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube