Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Satu Hari Tanpa Gadget, Festival Dolanan Anak di Semarang Selatan Hidupkan Lagi Permainan Tradisinal

Sejumlah siswa dari SMP dan SD mengikuti festival dolanan tradisional di Halaman Kantor Kecamatan Semarang. (Wahyu Sulistiyawan)

SEMARANG — Suasana Kantor Kecamatan Semarang Selatan berubah riuh penuh tawa pada Selasa pagi. Puluhan siswa SD dan SMP larut dalam keceriaan Festival Dolanan Anak.


Sebuah kegiatan yang digagas untuk mengajak anak-anak lepas sejenak dari gadget dan mengenal kembali permainan tradisional Nusantara.


Di salah satu sudut halaman, terdengar sorak tawa saat anak-anak memainkan cublak-cublak suweng. Lima anak memulai permainan dengan hompimpa untuk menentukan siapa yang akan menjadi “Pak Empong” pemain yang berbaring tengkurap di tengah lingkaran.


Sementara itu, anak-anak lain duduk mengelilinginya, membuka telapak tangan di punggung “Pak Empong” untuk memindahkan biji atau kerikil dari satu tangan ke tangan lainnya.


Tak hanya cublak-cublak suweng, berbagai permainan tradisional seperti karambol, egrang, gasing, dakon, layangan, bakiak, lempar kaleng hingga permainan ular rangga turut memeriahkan festival ini.


Camat Semarang Selatan, Ronny Tjahjo Nugroho, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan pelestarian budaya.


“Kami ingin anak-anak tahu bahwa dolanan bocah Nusantara itu menyenangkan dan mendidik. Jangan sampai mereka hanya terjebak pada permainan di HP atau gadget. Kita harus ajarkan kapan waktunya mengenal teknologi dan kapan waktunya melestarikan permainan tradisional,” jelas Ronny Selasa 12 Agustus 2025.

Ronny menambahkan, festival ini diikuti siswa dari SMP 39, SMP 37, SD Lamper Kidul 02, dan SD Lamper Lor. Kegiatan ini juga melibatkan Yayasan Anantaka, Klub Merby, dan Bunda Literasi Kecamatan Semarang Selatan.


“Permainan seperti egrang melatih ketangkasan fisik, sedangkan permainan kelompok seperti karambol mengajarkan kerja sama dan sportivitas. Semua punya nilai edukasi yang penting,” tambahnya.


Festival Dolanan Anak ini rencananya akan menjadi agenda tahunan. Bahkan, pihak kecamatan berencana mendorong setiap kelurahan menggelar kegiatan serupa.


“Kami sudah undang seluruh lurah di Semarang Selatan. Harapannya, dolanan tradisional ini bisa dimainkan di tingkat RW hingga kampung-kampung,” ujar Ronny.


Salah satu peserta, Yaser Percy, siswa SD Lamper Kidul 02, mengaku senang bisa ikut festival ini.


“Seru banget! Ada egrang, gasing, saron, sama lomba-lomba lain. Kalau dibanding main gadget, main bareng kayak gini jauh lebih seru,” ungkapnya sambil tersenyum.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube