Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Jalur Mijen-Welahan Licin, Begini Kata Pejabat di Demak

HATI-HATI - Jalur Mijen-Welahan yang kerap licin akibat normalisasi Sungai Wulan di Kabupaten Demak
menuntut kehati-hatian warga saat melintasinya. (nungki nurhidayanto/disway jateng)

DEMAK — Jalur nasional Mijen–Welahan Demak beberapa minggu belakangan mendapat sorotan. Pasalnya kondisi jalan yang berlumpur, kerap menyebabkan sejumlah pengendara motor tergelincir hingga menimbulkan korban meninggal dunia.


Masyarakat menuding kondisi tersebut dipicu proyek milik Pemkab Demak. Namun, hal itu dibantah Plt Sekretaris Kecamatan Mijen, Uditya Yayang Wulandari dan Plt Kapolsek Mijen, M. Alim.


Keduanya menegaskan peristiwa itu terjadi akibat tanah hasil proyek normalisasi Sungai Wulan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang tercecer di jalan raya. Tetapi bukan proyek milik Pemkab Demak.


“Forkopimda bergerak cepat begitu mendapat informasi dari masyarakat terkait kecelakaan di jalan raya Demak–Mijen, Desa Mijen, yang terjadi pada, Senin malam 15 September 2025,” kata Uditya, Senin 22 September 2025.


Ia menjelaskan, selain laporan kecelakaan, pihaknya juga menerima aduan dari Pemerintah Desa Pecuk. Yakni terkait saluran irigasi petani yang terdampak proyek normalisasi.

"Forkopimcam segera menggelar rapat koordinasi dengan stakeholder terkait agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujarnya.


Plt Kapolsek Mijen, M. Alim menambahkan bahwa kepolisian bersama Forkopimcam langsung mengirimkan anggota ke lokasi untuk mengatur lalu lintas, membantu korban, dan membersihkan jalur.


“Ketika ramai di media sosial, kami berkewajiban meluruskan informasi agar tidak berkembang menjadi bola liar. Kami juga memahami masyarakat mungkin emosi karena terdampak langsung,” ungkap Alim.


Ia pun mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial. “Saring sebelum share. Jangan sampai informasi yang tidak utuh justru menimbulkan salah paham. Tapi kami juga berterima kasih atas laporan masyarakat, karena itu menjadi dasar kami bergerak cepat.”


Pemkab Demak bersama aparat kepolisian menegaskan akan terus menindaklanjuti setiap laporan warga, sekaligus mengajak masyarakat tetap menjaga kondusivitas dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas sumbernya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube