SALATIGA — Pertama sepanjang sejarah, Terminal Tipe A Tingkir Salatiga diusulkan meraih predikat Predikat WBK (Wilayah Bebas Korupsi).
Prestasi membanggakan ini dicapai pasca diresmikan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dengan kepemimpinan Kepala Terminal Tipe A Tingkir, Vicky Chandra Yanuar, S.Ap.
Kepada wartawan Disway Jateng, Vicky menyampaikan rasa bahagia bercampur bangga meskipun baru tahap diusulkan oleh Tim Internal Kemenhub untuk maju dalam ajang Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi.
"Terminal Tipe A Tingkir Tingkir Salatiga diusulkan oleh Tim Internal Kemenhub untuk maju dalam ajang Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi dari Kemenpan RB Tingkat Nasional," kata Vicky.
Ada pun, Tim di pimpin Kepala Bidang Tata Kelola Pelayanan Transportasi, Pusat Pengelola Transportasi Berkelanjutan, Kementerian Perhubungan RI, Dra. Akda Nur Aini, M.M., berkunjung ke Terminal Tipe A Tingkir Salatiga Kesiapan Terminal Tipe A Tingkir Salatiga menuju ajang PEKPPP (Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik).
Dan ternyata, predikat yang sama juga diusulkan Kemenpan RB agar Terminal Tipe A Tingkir Salatiga diarahkan memperoleh capaian WBK.
Penghargaan WBK ini, diakui Vicky prestasi membanggakan sepanjang berdirinya Terminal Tipe A Tingkir Salatiga.
"Sebelumnya Terminal Tingkir belum pernah sama sekali meraih prestasi. Dan capaian WBK dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani) itu prosesnya cukup rumit dan sulit. Ketika kita bisa mendapatkannya pasti menjadi sebuah catatan sejarah, jadi kami mohon doanya," imbuhnya.
Sebagai informasi, Terminal Tipe A Tingkir Salatiga belum lama ini meraih penghargaan kategori Terminal Tipe A dengan Pelayanan Angkutan Penumpang Terbaik ke-II Tahun 2025 Se-Indonesia.
Dan, dalam hitungan jam Terminal Tipe A Tingkir Salatiga kembali bersiap ke ajang bergengsi di ajang PEKPPP. Tercatat, Terminal Tipe A Tingkir Salatiga berhasil menyisihkan 569 Stasiun di Indonesia di ajang PEKPPP ini.
Kesiapan Terminal Tipe A Tingkir Salatiga menuju ajang PEKPPP dibuktikan dengan kedatangan Tim Internal Kementrian Perhubungan (Kemenhub) RI, Kamis 18 September 2025 lalu.