Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Musim Pancaroba, BPBD Kota Semarang Ingatkan Warga Waspada Banjir dan Longsor

BPBD Kota Semarang membantu korban tanah longsor. Masuk musim pancaroba
BPBD Kota Semarang menghimbau waspada banjirbdan tanah longsor

SEMARANG — Menghadapi musim pancaroba yang ditandai dengan turunnya hujan hampir setiap hari dalam beberapa minggu terakhir ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta menyiapkan langkah mitigasi menghadapi potensi bencana saat musim hujan.


Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, menjelaskan pihaknya terus memantau prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Menurutnya, perubahan cuaca yang cepat dari cerah menjadi hujan deras perlu diantisipasi sejak dini.


“Setiap hari kami memperbarui informasi cuaca dari BMKG. Memang benar saat ini Semarang sudah memasuki masa pancaroba. Cuaca yang awalnya cerah bisa mendadak hujan lebat. Karena itu, mitigasi penting dilakukan agar dampak bencana bisa ditekan,” kata Endro, Senin, 22 September 2025.


Endro menyebut, Semarang memiliki potensi bencana beragam mulai dari banjir, tanah longsor, angin kencang hingga kebakaran. Namun, fokus utama BPBD saat ini adalah antisipasi bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi.


Sebagai upaya pencegahan, BPBD Semarang telah menyiapkan early warning system (EWS) untuk memantau kenaikan debit air. Sistem ini berfungsi memberi peringatan dini kepada warga di wilayah rawan banjir. Selain itu, pemetaan kawasan rawan genangan juga terus dilakukan.

Berdasarkan data spasial BPBD, sejumlah titik rawan banjir di Semarang antara lain Tambak Aji, Mangkang Kulon, Mangkang Wetan, Perumahan Dinar Indah Meteseh, Perumahan Korpri Tembalang, Mulawarman Kramas, Jalan Muktiharjo Raya, Kawasan Tlogosari, Jalan Kaligawe, hingga Trimulyo.


“Pemetaan kawasan rawan sangat penting agar masyarakat dan instansi terkait lebih siap. Beberapa wilayah tersebut memang berpotensi tergenang saat hujan deras,” ujarnya.


Selain itu, BPBD juga mengawal peningkatan kapasitas pompa air di titik rawan banjir. Beberapa pompa yang mendapat perhatian tahun 2025 ini meliputi Pompa MT Haryono Petudungan, Pompa Plamongan Hijau, Pompa Kolonel Sugiyono, dan Pompa Tawang Mas.


“Dengan peningkatan kapasitas pompa, harapannya saat hujan deras turun, genangan air bisa cepat surut,” tambah Endro.(SUL)

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube