DEMAK — DEMAK – Sebagai daerah yang memiliki sejarah panjang dengan kejayaan Kasultanan Islam pertama di pulau Jawa di masa lampau, tentunya memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam di Nusantara. Untuk itu Raden Fatah sebagai Sultan Bintara memilii peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dipenpusar) Kabupaten Demak, Agung Hidayanto sehingga perlu diuri-uri dan generasi penerus perlu tahu terkait peran penting pendahulunya.
“Penting untuk disampaikan, terutama peran penting Kasultanan Demak pada abad XV-XVI,” ucapnya pada diswayjateng.id, Senin (22/9/25)
“Kasultanan Demak Bintara yang didirikan oleh Raden Fatah, tidak hanya dikenal sebagai pusat agama dan kebudaya. Namun juga perlu generasi muda ketahui bahwa Demak Bintara juga merupakan poros kekuatan politik, ekonomi dan maritim di Nusantara,” lanjutnya.
Untuk itu, lanjutnya, Dinperpusar Demak menggelar bedah buku tentang Kasultanan Bintara yang berjudul “Kesultanan Demak Bintara Poros Maritim Nusantara Abad XV-XVI di Demak” dengan menghadirkan penulis buku sekaligus narasumbernya, Ali Romdhoni, seorang dosen Agama Islam Universitas Wahid Hasyim Semarang.
“Buku ini, mengankat peran penting Kasultanan Demak dalam kiprah politik, ekonomi, maritime nusantara pada masa lampau,”
“Di mana dengan membaca buku ini kita tahu bahwa lahirnya spirit kebangsaan, persatuan serta kedaulatan martim yang kelak jadi fonasi berdirinya bangsa ini , lahir dari Demak,” tegasnya.
Ia melanjutan bahwa buku yang dibedah tersebut tidak hanya mengisahkan perjalanan sejarah Kesultanan Demak, tapi juga menempatkan Demak sebagai simpul penting dalam jaringan perdagangan dan jalur maritim Internasional.
“Hal ini membuktikan bahwa leluhur kita telah memiliki visi misi besar dalam mengelola laut, membangun armada serta menghubungkan nusantara dengan dunia luar,” sambungnya.
Agung juga menekankan, pentingnya pengembangan wawasan masyarakat dengan berupaya menghadirkan kegiatan yang mendorong minat baca sekaligus memperkuat pengetahuan sejarah lokal, khususnya Demak.
Dia berharap, masyarakat dapat semakin mencintai sejarah lokal dan menjadikan modal sosial untuk menghadapi tantangan global.
“Kami harap masyarakat bisa mengkaji secara kritis nilai-nilai sejarah, kearifan lokal dan peran besar Demak sebagai poros maritim nusantara. Kesadaran akan sejarah ini penting sebagai cermin masa lalu dan inspirasi masa depan,” ucapnya..
Dalam hal ini, Dinperpusar Kabupaten Demak terus berkomitmen untuk menjadikan literasi sejarah sebagai bagian penting dalam penguatan budaya.
“Agung menambahkan, perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan buku, melainkan juga pusat belajar sepanjang hayat, tempat bertukar gagasan serta ruang membangun identitas kebangsaan,”pungkasnya.