Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Disdik Kota Semarang Perketat Pengawasan

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bambang Pramusinto

SEMARANG — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang mengambil langkah tegas pasca terjadinya percobaan penculikan terhadap salah satu siswa di SD Negeri Pakintelan 2, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Kasus ini menyita perhatian publik sekaligus menjadi peringatan penting bagi pihak sekolah, orang tua, maupun pemerintah.


Kepala Disdik Kota Semarang, Bambang Pramusinto, menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, pengawasan terhadap anak-anak, baik di lingkungan sekolah maupun setelah jam belajar, harus diperketat demi menghindari potensi kejadian serupa.


"Peristiwa ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Tidak hanya pemerintah, tapi juga sekolah dan orang tua. Kami minta agar anak-anak langsung pulang ke rumah setelah sekolah, kecuali ada kegiatan resmi dari pihak sekolah," ujarnya kepada diswayjateng.com saat ditemui di Balai Kota Semarang, Rabu, 21 Agustus 2025.


Bambang menekankan, komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua sangat penting. Ia mengimbau agar orang tua tetap melakukan pengawasan, sekalipun tidak bisa menjemput anak-anak mereka secara langsung.


"Kalau anak-anak ingin ada kegiatan di luar pembelajaran, seperti bermain di rumah teman atau belajar kelompok, sebaiknya ada izin dari orang tua. Hal ini penting untuk memastikan keselamatan mereka," jelasnya.


Bambang menambahkan, sebagian besar siswa SD Pakintelan 2 tinggal tidak jauh dari lingkungan sekolah. Meski demikian, peristiwa percobaan penculikan ini menjadi evaluasi besar agar sistem pengawasan di sekolah-sekolah lebih ketat.


Disdik Semarang kini tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk DP3A (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Babinsa, serta Bhabinkamtibmas untuk menyusun langkah pencegahan yang lebih konkret.

"Ke depan, kami akan membuat SOP (Standar Operasional Prosedur) baru terkait pengawasan anak. Ini agar sekolah memiliki pedoman yang lebih jelas dalam menjaga keamanan siswa," kata Bambang.


Selain di SD Pakintelan 2, Disdik juga berencana melakukan sosialisasi dan pembinaan ke seluruh sekolah di Kota Semarang. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif antara guru, siswa, dan orang tua tentang pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, baik selama jam belajar maupun setelah pulang sekolah.


Bambang juga menyebutkan bahwa hampir semua sekolah di Kota Semarang telah dilengkapi dengan kamera CCTV yang pengadaannya sebagian besar didanai melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS).


"CCTV bukan hanya untuk pengawasan harian, tapi juga membantu proses penyelidikan seperti yang kami lakukan di kasus SD Pakintelan 2. Teknologi ini menjadi salah satu sarana pendukung keamanan di sekolah," tegasnya.


Kasus percobaan penculikan di SD Pakintelan 2 ini membuat masyarakat semakin waspada. Disdik Kota Semarang berharap langkah penguatan pengawasan, SOP baru, serta pemanfaatan teknologi bisa menjadi benteng keamanan bagi siswa di seluruh sekolah.


"Ini adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap semua pihak bersinergi menjaga anak-anak agar mereka bisa belajar dengan aman dan nyaman," tutup Bambang.(SUL)

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube