Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Bayumeneng Demak Jaga Warisan Budaya Dalam Gerebeg Sura Girikusumo

Masyarakat Banyumeneng hadiri kirab budaya Gerebeg Suro di Banyumeneng

DEMAK — Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, kembali menggelar Kirab Budaya Gerebek Suro dalam rangka menyambut 1 Muharram 1447 H, Kamis 26 Juni 2025.


Prosesi demi prosesi sakral diikuti warga yang dimulai dari halaman Masjid Bait Assalam menuju Makam Kasepuhan Girikusumo sembari mengiringi arak-arakan pusaka peninggalan leluhur.


Acara yang berlangsung dari siang hingga sore hari ini menjadi agenda tahunan Yayasan Kyai Ageng Giri dan melibatkan tokoh agama, aparat TNI-Polri, perangkat desa, serta masyarakat umum. Tercatat sekitar 300 peserta ambil bagian dalam kirab.


“Grebeg Sura ini adalah tradisi warisan spiritual dari Mbah Kyai Munif yang harus kita rawat. Kirab pusaka berupa jubah ini adalah simbol perjuangan dakwah Islam di masa lalu,” ujar KH. Nabil, Ketua Yayasan Kyai Ageng Giri, di tengah prosesi.


Prosesi senditi diawali dengan doa bersama, dilanjutkan kirab pusaka, dan diakhiri dengan acara perebutan berkah. 


Pusaka yang diarak berupa jubah kesepuhan, simbol kebesaran dakwah Islam yang dulu dikenakan oleh para leluhur penyebar agama di Demak. Kirab juga dimeriahkan oleh pasukan pembawa bendera dan kelompok musik tradisional Jawa.

“Kami mengawal kegiatan ini sebagai bagian dari pengamanan budaya. Kehadiran TNI-Polri menunjukkan bahwa tradisi seperti ini tetap mendapatkan ruang dan dukungan,” terang Kapten Inf Tulodo, Danramil Mranggen yang hadir dalam acara tersebut 


40 kendi dihadirkan dan diyakini memiliki filosofi kuat terkait nilai-nilai kenabian dan sejarah kerajaan Islam Demak. Selain itu, warga turut mendoakan keberkahan dari sumur peninggalan Mbah Hadi yang dianggap sakral dan membawa keselamatan.


“Air dari sumur itu adalah simbol. Kita yakini membawa keberkahan, apalagi didoakan bersama dalam momen seperti ini,” tutur Edy Yusuf, Ketua Panitia Grebeg Sura.


Kepala Desa Banyumeneng, M. Ajib, menyampaikan apresiasi atas partisipasi warganya dalam menjaga tradisi.


“Ini wujud syukur masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan. Harapan kami, Grebeg Sura bisa terus lestari dan diwariskan ke generasi muda,” pungkasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube