Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Demo Ricuh di DPRD Kebumen Didominasi Pelajar, 98 Orang Dipulangkan

Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith saat berbicara dalam acara Ngopi Bareng Forkopimda di Ruang Aroengbinang Pendopo Kabumian Kebumen.

Kebumen — Aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kebumen yang berlangsung ricuh pada akhir pekan kemarin akhirnya berujung pada penangkapan 98 peserta, yang sebagian besar ternyata masih berstatus pelajar sekolah menengah. Bahkan, di antara mereka, terdapat siswa yang masih duduk di bangku SMP.


Kapolres Kebumen, AKBP Eka Baasith mengungkapkan, bahwa sebagian besar peserta aksi yang diamankan adalah remaja. Mereka mengaku tidak tahu-menahu soal isu yang diangkat, dan hanya ikut-ikutan karena ajakan teman.


"Mereka tidak tahu tujuan aksinya. Banyak yang hanya ikut-ikutan," ujar Eka dalam acara Ngopi Bareng Forkopimda di Ruang Aroengbinang, Pendopo Kabumian, Senin (01/09/2025).


Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kebumen dan perwakilan dari berbagai elemen, termasuk tokoh agama, organisasi kepemudaan, akademisi, organisasi masyarakat serta komunitas ojek online.


Lebih lanjut, Kapolres mengatakan bahwa aksi tersebut semula berlangsung damai, namun berubah menjadi anarkis saat massa merusak gerbang Gedung DPRD. Bahkan aparat keamanan menemukan indikasi bahwa ada peserta aksi yang dalam pengaruh alkohol.


Dandim 0709 Kebumen, Letkol Arm Purba Sudibyo menyampaikan, bahwa beberapa pelajar membawa botol berisi minuman keras dalam aksi tersebut.


"Saya minta botol minuman yang dibawa salah satu peserta. Saya kira air mineral, ternyata minuman keras," ungkapnya.


Hal ini memperkuat dugaan bahwa aksi tersebut bukan sekadar unjuk rasa, tapi telah disusupi oleh pihak-pihak tertentu yang ingin memperkeruh suasana.

Korwil Badan Intelijen Negara (BIN) Kebumen, Andy menyebutkan, bahwa adanya pola khas dari kelompok anarko yang menggeser arah aksi.


"Aksi ini kami curigai disusupi kelompok anarko. Polanya jelas, dari aspirasi, berubah ke perusakan fasilitas umum," jelasnya.


Ketua DPRD Kebumen, Saman Halim Nurrohman, menyesalkan tindakan anarkis tersebut. Menurutnya, DPRD sudah menyiapkan ruang dialog, namun tidak satu pun peserta yang menyampaikan tuntutan secara resmi.


Meskipun gerbang gedung DPRD rusak, pihaknya tetap terbuka untuk menerima kritik dan saran. Namun, ia menilai aksi pada hari Sabtu itu tidak jelas tujuannya.


"Mereka tidak menyampaikan aspirasi atau membawa sebuah mandat. Padahal kami sudah siapkan tempat di dalam untuk diskusi atau audiensi," jelasnya.


Sementara itu, Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, mengapresiasi langkah cepat Forkopimda dan menegaskan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam menjaga anak-anak dari pengaruh negatif.


"Saya merasa jadi sosok ibu. Dijaga oleh Forkopimda, Sekda, dan OPD. Mari kita jaga anak-anak kita bersama," ucapnya.


Lebih lanjut, tujuan pertemuan kali ini adalah menyatukan visi dan menolak segala bentuk aksi anarkis, serta menegaskan bahwa Kebumen bukan tempat bagi kekerasan massa.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube