GROBOGAN — Sebanyak 59 perpustakaan desa (Perpusdes) dan Taman Baca Masyarakat (TBM) serta dua perpustakaan masjid di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah menerima bantuan berupa buku dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI. Masing-masing mendapat seribu buku dan sebuah rak buku.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Dinarpusda) Kabupaten Grobogan, Supriyanto, pada Sabtu 12 Juli 2025.
”Pengirimannya langsung ke lokasi masing-masing. Jadi, tidak mampir dahulu ke kami. Pengiriman sudah sejak Juni kemarin dan sekarang masih berlangsung. Kami ucapkan selamat kepada perpus dan TBM yang tahun ini memperoleh hibah buku dari Perpusnas,” ujarnya.
Supriyanto menyebut, bahwa pihaknya hanya sebagai fasilitator untuk mendata perpus dan TBM. Ia pun berharap, melalui program tersebut, literasi masyarakat di Grobogan dapat terus meningkat ke depannya.
”Program ini jadi bagian dari strategi yang menyasar berbagai lapisan masyarakat hingga tingkat desa. Buku adalah kunci pengetahuan, distribusinya memang harus ke desa-desa,” imbuhnya.
Kepala Bidang Pengembangan dan Pembinaan Kearsipan dan Perpustakaan Dinarpusda Grobogan Ami Priyono menambahkan, perpustakaan dan TBM yang tahun ini mendapat bantuan buku tersebut pengajuannya dilakukan pada 2024.
”Tahun 2025 ini kami juga mengajukan program serupa, sasarannya perpustakaan di puskesmas dan lapas. InsyaAllah tahun depan pengiriman bukunya langsung ke lokasi masing-masing. Adapun macam bukunya, mulai dari buku anak, pendidikan, pertanian, hingga kewirausahaan.” ujarnya.
Ami berharap, adanya bantuan buku dari Perpusnas tersebut diharapkan mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Grobogan yang saat ini masih berada di kategori rendah. Berdasarkan data Dinarpusda, nilai IPLM Grobogan pada tahun 2024 berada di angka 44,56.
“Harapannya, melalui distribusi buku dan pembentukan perpustakaan tematik ini, skor literasi bisa naik ke kategori ”sedang” pada tahun 2025,” ungkapnya.
Ami menambahkan bahwa literasi bukan hanya tanggung jawab sekolah, tapi juga komunitas, tempat ibadah, layanan kesehatan serta seluruh elemen masyarakat.