Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Minimnya Sistem Keamanan Pendakian Gunung Muria Kudus Picu Keprihatinan

- Bupati Sam’ani meninjau jalur pendakian Gunung Muria dari Pos Rahtawu Kecamatan Gebog Kudus. (arief pramono/diswayjateng)

KUDUS — Insiden pendaki gunung yang meninggal dunia akibat terjatuh saat mendaki, masih saja terus terjadi sepanjang tahun di jalur ekstrem Natas Angin, Pegunungan Muria Kudus.


Salah satunya insiden meninggalnya Jovitas Diva Prabudawardani (21). Korban terjatuh ke jurang sedalam 500 meter di jalur Naga di Pegunungan Muria pada Rabu (25/6/2025) lalu.


Karena itu, sejumlah pihak pun menyuarakan keprihatinan mendalam terkait ketiadaan sistem pendakian yang aman dan terstruktur di kawasan Pegunungan Muria.


Rasa keprihatinan terkait insiden di jalur esktrenm Natas Angin pun muncul dari Bupati Kudus, Samani Intakoris. Pihaknya tergerak meninjau Pos Pendakian Rahtawu, Kecamatan Gebog, Minggu (29/6/2025),

Kedatangan Samani kali ini merupakan respon cepat dan upaya Pemkab Kudus menjamin keselamatan para pendaki. Untuk mencegah insiden serupa terulang kembali, Samani meminta peningkatan pengelolaan jalur pendakian oleh Pemerintah Desa Rahtawu melalui BUMDes atau Karang Taruna desa setempat.


“Kami hadir ke Rahtawu sebagai bentuk kepedulian sekaligus memberikan edukasi. Terutama kepada pemerintah desa melalui camat, agar setiap pendaki wajib melakukan registrasi dan memberikan identitas diri sebelum naik,” ujar Samani.


Ia juga mengingatkan pentingnya mematuhi tata tertib pendakian. Diantaranya memperhatikan perlengkapan serta barang bawaan. Hal terpenting lainnya, yakni mengajak seluruh pihak menjaga kebersihan lingkungan jalur pendakian.


“Jangan buang sampah sembarangan. Jika sampah tidak bisa terurai, pendaki harus bertanggung jawab membawanya turun. Warung-warung di atas juga kami imbau untuk mendukung pengelolaan sampah yang baik,” pinta Samani.

Pelatihan Pemandu Pendakian Lokal

- Bupati Samani meminta pengelolaan jalur pendakian dikelola professional oleh pemerintah desa melalui BUMDes atau Karang Taruna Desa Rahtawu. (arief pramono/diswayjateng)

Pemkab Kudus mendorong pelatihan khusus bagi calon pemandu local jalur pendakian Pegunungan Muria. Kehadiran pemandu lokal agar bisa mendampingi pendaki dengan aman, terutama di jalur ekstrem seperti Jalur Naga.


“Pendaki sebaiknya memperhatikan batas usia dan kondisi fisik. Jalur Naga Natas Angin sangat ekstrem dan perlu persiapan khusus serta pendampingan,” jelasnya.


Tak ketinggalan, Samani juga mendesak agar dilakukan penambahan fasilitas pendukung penting lainnya. Meliputi papan peringatan, pos pengawasan.


“Bila perlu dilengkapi gelang GPS sebagai alat bantu apabila terjadi kasus pendaki tersesat, agar mempercepat proses pencarian dan evakuasi oleh tim SAR,” tandas orang nomor satu di Kabupaten Kudus ini.


Samani juga mengajak masyarakat dan para pendaki, untuk terus menjaga kelestarian Pegunungan Muria.


“Mari kita menikmati alam, dan jadikan Gunung Muria sebagai destinasi wisata yang aman, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.


Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube