JEPARA — Bendungan Karet Welahan Bum (Bongpes) di Desa Gerdu, Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara, kini menjadi spot wisata sore atau sunset yang menarik bagi anak-anak muda.
Namun dibalik keindahannya, bendungan ini mengalami kerusakan cukup signifikan di bagian karet bendungan.
Wakil Bupati (Wabup) Jepara Muhammad Ibnu Hajar bersama Asisten I Sekda Jepara Ratib Zaini meninjau bendungan tersebut pada akhir Juni 2025.
"Kerusakannya sudah cukup lama ya, karetnya ini sudah bocor sepanjang kurang lebih setengah meter," ujar Hajar saat berada di Bendungan Karet Welahan Bum di Desa Gerdu.
Hajar menambahkan, kerusakan tersebut menyebabkan banjir yang sering kali melanda pada musim penghujan. Akibatnya, sejumlah sawah berpotensi mengalami gagal panen (puso).
“Untuk sementara, petugas mengatakan hanya mampu melakukan penambalan karet dan tidak bertahan lama akibat cuaca,” ucap Hajar.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, total 2.682,68 hektare (ha) lahan sawah dengan total potensi produksi 8.298,80 ton padi terdampak kerusakan Bendungan Welahan Bum.
Luas area sawah yang terdampak tersebut terbagi dalam 4 kecamatan yakni Kecamatan Kalinyamatan seluas 732,07 ha, Kecamatan Welahan seluas 785,37 ha, Kecamatan Pecangaan seluas 321,87 ha, dan Kecamatan Kedung seluas 843,42 ha.
"Kami berharap kepada Kementerian PU, agar bendungan bongpes ini dapat segera diperbaiki. Karena potensi kerugian ekonominya luar biasa," tandasnya.
Secara ekonomi, lanjut Hajar, banjir yang disebabkan kerusakan bendungan ini mengakibatkan kerugian sekitar Rp51,45 Miliar akibat puso. Ia berharap dengan penanganan lebih lanjut, potensi kerugian di sektor pertanian dapat diminimalisir.
Selain itu, potensi pariwisata di Bongpes cukup tinggi. Selain wisata alam, Bendungan Welahan Bum menurutnya juga bisa menjadi wisata edukasi apabila diperbaiki.
“Sebab bendungan karet yang dapat mengembang dan mengempis itu menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, tukasnya.