KUDUS — Masyarakat Kabupaten Kudus layak berbangga. Sebab di kabupaten terkecil di Jawa Tengah ini, dijadikan sebagai ‘kawah candradimuka’ penggodokan sejumlah atlet panahan nasional oleh Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) Pusat.
Tercatat sebanyak enam atlet panahan Indonesia junior U18 yang memperkuat kontingen Indonesia, kini menjalani pemusatan latihan di Stadion Super Soccer Arena (SSA) di Kabupaten Kudus.
Proses training camp (TC) yang harus dijalani enam atlet panahan Indonesia ini, sebagai persiapan kompetisi World Archery Youth Championship 2025 di Winnipeg, Kanada.
Keenam atlet panahan yang terdiri tiga putra dan tiga putri ini, menjalani TC sejak Senin (28/7/2025) hingga Kamis (14/8/2025). Sedangkan ajang World Archery Youth Championship 2025 akan dilangsungkan di Kanada pada 17 hingga 24 Agustus 2025.
Kontingen panahan Indonesia junior U18 ini, diperkuat tiga atlet putra yakni Raz Azhar Azaqi (Banten), Hylmi Nauca Zaida (DIY), Malik Adzka Abdurrahman (Jateng).
Sedangkan untuk komposisi perempuan diperkuat tiga srikandi panahan Indonesia, diantaranya Shafira Nurin Najwa (Jateng), Fathiyya Erista Maharani (Jateng) dan Fayola Jingga Naeva M (Jateng).
Enam pendekar dan srikandi panahan Indonesia ini menjalani pemusatan latihan dipantau ketat oleh dua pelatih nasional panahan. Mereka adalah Denny (PB Perpani) dan Rahmat Sulistyawan (Perpani Daerah Istimewa Yogyakarta).
Pelatih Panahan Indonesia U18 Rahmat Sulistyawan mengatakan, enam atlet panahan ini merupakan yang terbaik. Mereka memiliki track record di kejurnas junior yang diselenggarakan beberapa waktu lalu di Kudus.
”Kami sudah mulai berlatih hari ini untuk persiapan ke Kanada. Teknik dan fisik atlet terus kami asah,” ujar Rahmat Sulistyawan saat ditemui di Stadion SSA Kudus pada Selasa (29/7/2025).
Rahmat mengaku konsen untuk memantau kebugaran enam atlet binaannya. Langkah ini untuk memastikan fisik para atlet dalam kondisi prima sebelum berangkat ke Kanada.
“Saat ini kami lebih menjaga kebugaran saja karena terkendala waktu yang sudah mepet. Kami tidak bisa meningkatkan kualitas fisik atlet, melainkan hanya bisa menjaga fisiknya saja,” tukas Rahmat.
Rahmat mengaku sudah menyusun secara matang waktu latihan bagi enam atlet panahan Indonesia ini. Selama menjalani TC, nantinya atlet didrill porsi latihan pagi hari dan sore hari di Stadion SSA Kudus.
Terkait peta persaingan di ajang World Archery Youth Championship 2025 di Kanada nanti, Rahmat pun tetap optimistis kontingen Indonesia mampu menjadi juara di kompetisi panahan internasional itu.
“Tidak ada negara lain yang kami waspadai, sebab persaingan atlet setiap negara merata. Kejuaraan ini bakal diikuti berbagai negara seperti Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan negara lainnya di Eropa,” tuturnya.
Dalam kejuaraan panahan internasional junior U18 ini, imbuh Rahmat, permainan Korea Selatan dan Turki bagus. Sebab atlet dari dua negara itu mampu menembus kejuaraan dan melaju ke Olimpiade dunia beberapa tahun lalu.
Ia meyakini anak didiknya dapat memberikan hasil terbaik di World Archery Youth Championship 2025. Dirinya berharap semua pihak dapat mendukung atlet panahan.
Rencananya atlet panahan akan berada di Kanada pada 16 Agustus 2025 untuk melakukan latihan. Kemudian melakukan official training pada 17 Agustus 2025.
”Kami mulai bertanding 18 Agustus 2025,” imbuhnya.
Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) Abdul Razak, mengaku berterimakasih kepada Kemenpora yang memberikan kepercayaan PB Perpani melakukan seleksi nasional atlet panahan untuk berlaga di Kanada.
“Selain itu, kami juga berterima kasih kepada Djarum Foundation yang telah memfasilitasi TC atlet panahan Indonesia di tengah efisiensi anggaran negara. Karena itu, kami harus mencari pembiayaan mandiri,” terang Razak.
Berkat dukungan finansial secara gotong royong dari Pemerintah Provinsi Jateng, Perpani Jateng dan Djarum, imbuh Razaq, akhirnya berhasil menyelenggarakan seleksi atlet panahan persiapan ke Kanada.
Razaq menandaskan, panahan menjadi salah satu cabang olahraga prioritas pemerintah Indonesia. Sehingga PB Perpani semaksimal mungkin menggunakan kesempatan dan kepercayaan melakukan peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan kualitas turnamen di pusat dan daerah.
“Karena jika tidak diasah, prestasi atlet muda akan terhambat. Kami berharap kolaborasi dengan Djarum Foundation dapat terus berkelanjutan demi memajukan cabang olahraga panahan di Indonesia,” paparnya.
Di sisi lain, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mendukung penuh kontingen atlet panahan Indonesia U18 ke Kanada.
Yoppy juga menggarisbawahi pentingnya menjaga ekosistem cabang olahraga panahan dengan cara pemassalan dari usia dini. Dengan demikian, regenerasi atlet panahan di Indonesia juga akan terus berkelanjutan.
Pihaknya menegaskan dukungannya kepada PB Perpani menggelar turnamen level nasional bagi atlet muda panahan untuk mencatatkan prestasi mengharumkan nama Indonesia sampai di level internasional.
“Harapannya para atlet muda bisa terus mencintai cabang olahraga ini dan dapat bercerita tentang serunya pengalaman mereka mengikuti kejuaraan tingkat dunia,” imbuhnya.