Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Wisata Magelang Raya Menggeliat, Tapi Turis Asing Cuma Betah 1,3 Hari

MENGGELIAT - Wali Kota Magelang Damar Prasetyono memukul gong saat membuka acara Travel Agent Gathering 2025 di Hotel Atria
Magelang Selatan
Kota Magelang
belum lama ini. (denisa putri/magelang ekspres)

MagelangSetelah Borobudur menyandang status sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), pariwisata di Kabupaten dan Kota Magelang semakin menggeliat dan kian semarak.


Meski begitu masih ada yang perlu dibenahi dan menjadi salah satu tantangan besar. Yakni membuat turis manca negara betah berlama-lama menikmati pesona Magelang, tak cuma mampir singkat ke Candi Borobudur.


Karena itu diperlukan sinergi kuat antar berbagai elemen pariwisata. Kesimpulan itulah yang mengemuka saat gelaran Travel Agent Gathering 2025 di Atria Hotel Magelang, Senin 21 Juli 2025 lalu.


Tanpa Tedeng aling-aling, General Manager Atria Hotel Magelang, Chandra Irawan menyebut persoalan krusial itulah yang harus disoroti. Saat membuka acara bertema "Sinergi Pariwisata: Bersinergi Komunitas, Menghubungkan Destinasi, Menguatkan Pariwisata" itu, Chandra mengungkapkan singkatnya durasi tinggal wisatawan di Magelang.


"Magelang ini tamunya sudah banyak. Sekarang tugasnya membuat tamunya lebih lama tinggal di Magelang. Saat ini length of stay wisatawan di Magelang masih 1,3 hari, belum sampai dua hari," beber Chandra.


Untuk memecah kebuntuan ini, Chandra mendorong para pelaku wisata lebih kreatif merancang paket-paket perjalanan.


Ia mencontohkan, pembuatan paket wisata tiga hari atau bahkan sembilan hari bisa jadi jurus jitu.


Hal tersebut, kata dia, sejalan dengan filosofi pariwisata yang sejatinya menghubungkan perjalanan dari satu titik ke titik lain untuk menikmati kuliner, budaya, dan destinasi.


"Pelaku wisata Magelang Raya harus bersinergi bersama komunitas menghubungkan destinasi menguatkan pariwisata," tegasnya.


Event yang dihadiri sembilan komunitas agen perjalanan dari Jawa Tengah ini, para peserta diajak langsung menyelami keindahan Magelang Raya.


Termasuk merasakan pengalaman otentik destinasi-destinasi lokal.

Senada dengan Chandra, Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, Mulyanto menyoroti peran strategis agen perjalanan.


Menurutnya, agen perjalanan menjembatani wisatawan dan masyarakat.


Mereka punya tanggung jawab menyampaikan cerita budaya yang kaya dan memberi nilai perjalanan lebih bermakna.


Di sisi lain, Direktur Taman Wisata Candi Borobudur, Mardiono Nugroho menambahkan bahwa Borobudur kini menjelma jadi destinasi multifungsi.


Borobudur lebih dari sekadar objek wisata, karena turut menjadi pusat kultural dan spiritual.


"Oleh karena itu, kita harus membangun ekosistem sehingga sinergi menjadi hal penting. Kami harus memahami mitra, sistem dan ekologi," kata Mardiono.


Walikota Magelang, Damar Prasetyono menyebut, pariwisata bukan cuma soal destinasi, melainkan kesiapan sumber daya manusia (SDM).


"Sebuah daerah kalau mau jadi destinasi, masyarakatnya harus sadar wisata. Ini kewajiban kita bersama mengedukasi masyarakat apa itu pariwisata supaya mereka paham," pungkas Damar.


Menurut Damar, kunjungan wisatawan mancanegara di Kota Magelang masih sangat sedikit.


Dibanding kunjungan wisman ke Borobudur yang mencapai 200 ribu pada tahun 2024, Kota Magelang hanya kebagian 308 orang selama satu tahun.


"Bagaimana caranya kita berupaya maksimal agar paling tidak 10 persen wisatawan manca itu datang ke Kota Magelang. Itu pekerjaan yang tidak mudah tapi harus kita lakukan," tandasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube