Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Kunci Blue Economy, PLTU dan Nelayan Sepakat Lindungi Hiu Paus di Pesisir Batang

Sosialisasi pelestarian hiu paus oleh Nelayan
PLTU Batang
Pemkab Batang dan Pemprov Jawa Tengah

BATANG — Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Batang bersama PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), DKP Provinsi Jawa Tengah, dan CDK Wilayah Barat menggelar kegiatan Sosialisasi Pelestarian Hiu Paus dan Penguatan Kawasan Konservasi di pesisir Batang.


Kepala DKP Jawa Tengah Endi Faiz Effendi menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya kampanye satu hari, tetapi bagian dari perjanjian teknis resmi antara BPI dan DKP Provinsi untuk mendukung pelestarian laut di Batang.


“Pelestarian hiu paus adalah bagian dari upaya menuju blue economy,” katanya.


Acara yang digelar di Payung Sewu, Pantai Depok, ini dihadiri para nelayan dari Seturi, Depok, Ujungnegoro, Roban Barat, Roban Timur, hingga mahasiswa UNDIP, OPD, HNSI Batang, serta perusahaan swasta di kawasan pesisir.


Tujuan utamanya: meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menjaga keanekaragaman hayati laut, khususnya terhadap spesies langka seperti hiu paus.


Ia berharap sinergi berbagai pihak ini bisa menjadi model pengelolaan kawasan konservasi laut yang berkelanjutan dan pro-nelayan.


Sementara itu, Kepala Dislutkan Batang Windu Suriadji menekankan pentingnya pendekatan interaktif dalam sosialisasi.


“Kami gunakan metode kelompok agar nelayan dan warga langsung memahami habitat nyata hiu paus di laut Batang,” jelasnya.


Melalui program CSR-nya, PLTU BPI telah memasang terumbu karang buatan, rumah ikan, menanam mangrove dan cemara laut sejak 2016.

“Ini hasil kolaborasi dengan universitas, termasuk UNDIP. Kami ingin ekosistem laut tetap lestari, nelayan tetap hidup. Itu prinsip kami,” ujar Ahmad Lukman, CSR & CR Manager BPI mewakili GM Stakeholder Relation Aryamir H. Sulasmoro.


Nelayan Roban Timur, Sriyono, mengaku sangat terbantu dengan sosialisasi ini.


Menurutnya, banyak nelayan selama ini belum paham soal fungsi kawasan konservasi dan keberadaan hiu paus yang masih melintas di perairan Batang.


“Terima kasih kepada Pemkab Batang dan PLTU. Sekarang kami makin sadar bahwa laut bukan hanya untuk diambil, tapi juga dijaga, agar bisa diwariskan ke anak cucu,” ucap Sriyono.


Dengan target nasional konservasi laut seluas 95,7 juta hektare pada 2049, Batang mulai melangkah dari pinggiran.


Pesisirnya dipetakan, batas terminal khusus PLTU dijelaskan, dan peran setiap elemen—pemerintah, swasta, masyarakat—diperjelas.


“Zona konservasi aktif akan melindungi dari ancaman overfishing, menjaga keseimbangan antara eksploitasi dan regenerasi sumber daya,” kata narasumber dari LPSPL Serang, Darmawan dan Muschan Ashari.


Konservasi laut bukan sekadar menyelamatkan hiu paus—tapi juga menyelamatkan kehidupan ekonomi dan ekologi warga Batang.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube