BATANG — Kehadiran Menteri Perdagangan RI Budi Santoso ke Kabupaten Batang tak disia-siakan Bupati Batang M Faiz Kurniawan.
Pada kesempatan ini, Faiz tak sungkan menyinggung masih lemahnya fasilitas pasar di Wilayah Plelen, salah satu kantong ekonomi warga yang justru belum memiliki pasar representatif.
“Pertumbuhan ekonomi di Plelen bagus, tapi karena pasar belum ada, akhirnya belanjanya nyebar ke luar. Padahal potensinya sangat besar,” ujarnya blak-blakan.
Tak sekadar melaporkan kemajuan, Faiz secara terang-terangan meminta bantuan Mendag Budi Santoso untuk membangun pasar rakyat baru di wilayah sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gringsing.
“Kami mohon dukungan dari Pak Menteri, agar masyarakat sekitar KEK punya pasar yang layak dan bisa mendukung geliat ekonomi lokal,” pintanya.
Faiz menegaskan bahwa keberadaan pasar tradisional yang representatif sama pentingnya dengan hadirnya jaringan ritel modern.
Karena tanpa pasar rakyat, aktivitas ekonomi masyarakat kelas bawah tetap akan sulit berkembang secara optimal.
Dalam kesempatan itu, Faiz juga memaparkan bahwa sejumlah komoditas unggulan Batang seperti kopi, kacang, teh, kentang, dan hasil perikanan telah mulai masuk ke pasar ekspor.
Namun, ia menegaskan bahwa produk lokal masih membutuhkan dorongan besar dari berbagai stakeholder, termasuk Kementerian Perdagangan.
“Beberapa produk sudah tembus ekspor, tapi kita butuh dorongan agar pasar domestik dan luar negeri bisa terus dibuka lebar,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kemitraan strategis antara Indomaret Group dan Pemerintah Kabupaten Batang resmi diluncurkan. Acara itu disaksikan langsung oleh Menteri Perdagangan RI Budi Santoso.
Acara ini disambut antusias oleh para pelaku UMKM lokal, pejabat daerah, hingga masyarakat yang menaruh harapan besar pada perluasan pasar bagi produk-produk lokal Batang.
“Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi kita sudah 6,7 persen, di atas rata-rata provinsi. Batang mulai bergerak dari agraris ke industri,” ucap Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, Jumat 25 Juli 2025.
Menurut Faiz, kemitraan dengan Indomaret merupakan langkah konkret dalam memperluas jangkauan produk UMKM.
“Sekarang produk UMKM kita—baik mentah maupun olahan—sudah bisa masuk Indomaret. Ini angin segar bagi pelaku usaha kecil yang selama ini kesulitan masuk pasar besar,” ungkapnya.
Sementara, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengapresiasi langkah Pemkab Batang dan menyatakan komitmennya untuk mendukung pemerataan ekonomi lewat penguatan pasar lokal dan pemberdayaan UMKM.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak swasta dalam membangun ekosistem perdagangan yang sehat dan berkelanjutan.
“Kami ingin pastikan produk lokal punya tempat di negeri sendiri, tapi juga mampu bersaing secara global,” ujar Budi.