Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Per 1 Januari 2026, Bayar Tiket Masuk Guci Pakai QRIS

QRIS - Transaksi pembayaran tiket masuk Guci di Kabupaten Tegal
Jawa Tengah sejak 1 Januari 2026 menggunakan QRIS. (dok.)

SlawiSLAWI, diswayjateng.com - Retribusi masuk Daya Tarik Wisata (DTW) Guci di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah berubah per 1 Januari 2026. Pengunjung hanya bisa membayar tiket masuk ke Guci menggunakan quick response code Indonesian standard atau QRIS.


Pembayaran secara nontunai menggunakan QRIS, bisa dilakukan pengunjung dengan memindai kodebar atau barcode. Transaksi pembayaran tiket masuk ke Guci hanya bisa menggunakan dompet digital (e-wallet) atau m-banking.


Sebelumnya penerapan pembayaran tiket masuk ke Guci cashless ini, sempat membuat antrean kendaraan di pintu masuk, Sabtu 3 Januari 2026. Banyak pengunjung yang belum tahu dengan pembayaran sistem baru ini


Tak sedikit pengunjung yang memerlukan tambahan waktu untuk mengeluarkan handphonenya. Selanjutnya, mereka terlihat mengisi saldo dompet digitalnya.


Untuk mengatasinya, Dinas Porparar melalui UPTD Guci telah menyediakan kios mini yang dimanfaatkan menjadi mini ATM 489. Di tempat tersebut, pengunjung bisa top up atau mengisi saldo dompet digitalnya.


Pembayaran tiket masuk ke Guci bisa dilakukan menggunakan Gopay, Shopee Pay, Dana, Ovo, Livin Mandiri, Brimo, dan aplikasi lain dari bank penyedia QRIS.

Kepala Dinas Porapar Ahmad Uwes Qoroni didampingi kepala UPTD Objek Wisata Kabupaten Tegal Satriyo Pribadi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kebijakan itu sudah diterapkan 100 persen mulai 1 Januari 2026.


"Sejauh ini berjalan lancar meski masih terjadi beberapa kendala lantaran banyak pengunjung terbiasa membayar secara tunai. Di tiga hari pertama awal tahun baru sebagian besar pengunjung masih belum siap sehingga terjadi antrean kendaraan di loket, namun langsung berhasil kita urai tapi langsung kami urai," ujarnya.


Pihaknya menyediakan mini ATM untuk membantu top-up saldo dan membantu pengunjung yang kesulitan mengakses.


"Pembayaran retribusi masuk Guci Tegal secara nontunai sebetulnya sudah diawali sejak tahun 2019. Namun, karena banyak terjadi kendala, baik teknis maupun sumber daya manusia (SDM) maka baru bisa direalisasikan secara maksimal pada awal tahun 2026," tambahnya.


Uwes berharap ke depan, bisa melayani secara maksimal dan pengunjung juga mulai terbiasa. "Tercatat, pada tanggal 1 Januari 2026, dari 4.000 pengunjung, sekitar 2.300 orang yang melakukan pembayaran nontunai."


Sisanya, papar Uwes, pembayaran tiket masuk ke Guci masih ditoleransi dengan layanan semi digital. Yaitu pencatatan sudah secara digital tapi pembayarannya tunai.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube