Kemampuan yang Harus Dimiliki Mahasiswa

ilustrasi mahasiswa
ilustrasi mahasiswa-gambar dari pexels.

DISWAY JATENG Kemampuan atau Skill yang harus dimiliki selama menjadi mahasiswa itu penting. Tujuannya agar ketika terjun dalam kahidupan nyata, tidak kaget atau terbiasa dan memiliki bekal dalam menghadapi kenyataan.

Mahasiswa yang mempersiapkan diri dengan skil dan hal yang menunjang performance, khususnya di usia 20 tahunan akan lebih siap menjalani kehidupan setealah lulus kuliah.

Kami akan paparkan kemampuan yang harus dimiliki mahasiswa, yang kami rangkum dari Youtube Sherly. Baik langsung saja ke inti pembahasan.

Ini dia 5 Kemampuan/skill yang harus dimiliki oleh mahasiswa  

1. Berani mengeksplore

Apalagi jika itu sesuatu yang baru dalam perjalanan bertumbuhnya seoarang masiswa. Kata orang bijak, tidak ada kata bertumbuh dalam zona nyaman,

Saat sudah nyaman dengan apa yang sedang kerjakan, sudah merasa mampu atau menguasai maka jangan-jangan kita sudah menjadi ikan besar dalam aquarium kecil.

Ini waktunya kita segera mengekspor hal lain atau bidang lain atau sekedar melakukannya dengan cara lain. Sebab, jika keluar dari zona nyaman atau memperluasnya, maka akan belajar hal baru. dan saat itulah tanda bahwa kita bertumbuh.

2. Konsisten dengan prosesnya

Kemampuan yang harus  mahasiswa miliki adalah konsisten pada prosesnya. Orang sukses pernah bilang, memutuskan untuk berubah dan optimis dengan perubahan itu sendiri adalah hal yang gampang, yang justru sulit adalah konsistennya.

Sehingga, orang konsisten akan duluan sampai ke garis finish. daripada orang yang optimis namun tidak konsisten dengan apa yang dikerjakannya.

Nah dalam perjalanan kita sebagai mahasiswa atau mungkin saat kita mengejar target, tentu naik turun semangat akan terjadi. Percaya deh itu adalah hal yang wajar.  jika merasa lelah maka beristirahatlah. karena hidup ini adalah perjalanan bukan perlombaan.

Nah, Konsisten ini akan membuat dan memaksa kita untuk tetap bergerak dan tetap berusaha. Meski, mungkin usaha yang kita lakukan kecil. Namun, bukankah dengan tetap berupaya dan mengusahakan maka dengan sendirinya kita akan berpindah dari satu titik ke titik selanjutnya.

Walaupun, satu langkah per hari itu tidak masalah, jika melakukannya secara konsisten 365 hari. maka, antara kita yang sekarang dengan kita tahun depan atau mungkin 3 tahun lagi seharusnya jelas perbedaannya.

3. Mau beradaptasi dengan perubahan

Orang tua kita sering mengingatkan perubahan itu adalah keniscayaan. Kalau ada suatu hal yang paling pasti di dunia ini, Maka itu adalah perubahan itu sendiri.

Oleh karena itu, memastikan bahwa kita mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, mulai dari apa yang sedang dibicarakan, strategi yang kita gunakan, cara yang kita pakai adalah sebuah keharusan selama kita masih memegang standar nilai-nilai kebaikan dan kebenaran ya.

Salah satu cara agar kita tetap relate dan adaptif semasa kita kuliah adalah dengan ikut kegiatan kampus, apapun itu, dalam perbincangan baik intra maupun ekstrak kampus,

Nah, dari sini kita bukan hanya bisa mengikuti apa yang sedang perbincangkan. Namun, juga bisa mempersiapkan diri dengan skill-skill yang dibutuhkan.  Caranya bagaimana? Lekatkan diri dengan tanggung jawab.

Karena cara terbaik melatih kedewasaan adalah segera ambil atau pikul.  Misalnya, dalam/luar kampus bersama dengan komunitas yang memang kita punya passion di dalamnya atau bahkan tingkat keluarga, segeralah lekatkan diri dengan tanggung jawab.

Karena dari sini akan memaksa diri kita untuk bertemu dan menemukan masalah. Dari masalah tersebut, darisitulah berproses untuk segera menemukan solusinya. saat solusi ini praktekkan/ eksekusi, bisa jadi akan gagal dan kecewa.

Namun, justru proses ini yang membuat kita tetap punya kemampuan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Tanpa kita sadari soft skill komunikasi, bernegosiasi, mendelegasikan tugas, memimpin, semuanya, akan terinstal dengan sendirinya dalam diri kita.

4. Etika atau Attitude

Kata orang bijak, adab itu lebih tinggi daripada ilmu. Jika berilmu tapi tidak punya adab atau etika atau apapun kita menyebutnya. Maka, besar kemungkinan akan gampang membohongi dan membodohi orang lain.

Saat mendapat amanah/ tanggung jawab lebih pada masa sebagai mahasiswa adalah masa terbaik untuk membentuk karakter untuk membentuk etitude moral. Hal ini, mau tidak mau harus kita akui berlandaskan value dan kebiasaan.

Tahapan untuk membentuknya adalah dari pikiran, perkataan, perbuatan, habit, pada akhirnya akan mengkristal menjadi karakter.

Dengan kata lain, kalau ada yang bertanya bagaimana agar kita punya attitude dan karakter yang baik, maka yang paling pertama harus cek adalah pikiran dan cara berpikir.

Kuncinya adalah selama ini pikiran kita beri asupan seperti apa. apa yang kita tonton, kita baca, kita dengar, dan dengan siapa kita berdiskusi, kita adalah dengan siapa kita bergaul.

Maka. memastikan bahwa pikiran kita memakan nutrisi yang baik/positif, yang melatih critical thinking, punya gross mindset, adalah sebuah kebutuhan setidaknya untuk memastikan bahwa kita tetap bertumbuh secara maksimal.

5. Social empty atau kemampuan merasa apa yang orang lain rasa dan menempatkan posisi pada orang lain

Satu dari tiga fungsi mahasiswa adalah menjadi social control dan salah satu skill. Yang kita butuhkan adalah social empety merasa apa yang orang lain rasakan dan memposisikan diri kita berada pada posisi mereka.

Bukan hanya sesama mahasiswa yang menunggu suara teman-teman. Namun, juga oleh masyarakat Indonesia. Dalam almamater, bukan hanya harapan orang tua yang terselip. melainkan harapan rakyat Indonesia juga.

Wajar kalau dalam setiap perubahan besar negeri ini selalu ada anak muda di belakangnya dan elemen mahasiswa adalah salah satunya. karena selain itu adalah satu dari fungsi mahasiswa itu sendiri, ternyata semua syarat perubahan adanya pada anak muda.

Mulai dari energi yang masih membuncah, waktu masih luang, rasa ingin tahu yang tinggi, anak muda senangnya justru melawan arus. ini menarik, karena syarat terjadi perubahan justru adalah melawan arus, pada akhirnya bukan harus jadi pemberontak karena segala sesuatu tentu ada seni tentu ada caranya.

Namun, satu hal yang pasti untuk melawan arus maka kita harus tahu sikon kebatinan publik atau orang lain, merasa apa yang orang lain rasa, ini akan membuat kita bisa menempatkan kaki kita di sepatu orang lain.

Dan ini mau nggak mau adalah salah satu skill yang amat sangat mahal dan butuhkan minimal oleh kita sesama manusia. Cara terbaik untuk melatih social empati adalah segera ambil tanggung jawab dan putuskan untuk menjadi bagian dari perubahan.

Minimal untuk diri kita sendiri, untuk orang-orang yang ada di sekitar kita, orang-orang yang kita sayangi, untuk keluarga kita, dan pada akhirnya kita bisa bicara tentang untuk organisasi dan komunitas kita atau wilayah kita, bukan tidak mungkin kita bicara tentang untuk Indonesia.

Karena perubahan besar tidak akan pernah terjadi tanpa akumulasi. perubahan kecil dan partikel terkecil perubahan ya ada pada diri kita sendiri pada hati dan pikiran kita sendiri.

 

 

Nah teman-teman itu dia 5 skill yang kami rangkum untuk saat menjadi mahasiswa. Semangat dan Semoga Bermanfaat. (*)