Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Walkot Solo: Penyerahan Akta Kematian PB XIII Tunggu Prosesi Pemakaman Selesai

Walikota Solo
Respati Ahmad Ardiyanto
bersama Wakil Walikota Solo
Astrid Widayani

SOLO — Pemerintah Kota Solo belum menyerahkan akta kematian almarhum Paku Buwono (PB) XIII hingga Rabu 5 November 2025. Pemkot menegaskan dokumen tersebut akan diberikan setelah seluruh rangkaian pemakaman dan ritual adat Keraton Kasunanan Surakarta selesai.


Wali Kota Solo, Respati Ahmad Ardianto menyampaikan, administrasi kependudukan untuk PB XIII sebenarnya sudah disiapkan. Namun pihaknya memilih menunggu momentum yang tepat karena keluarga masih fokus pada prosesi pemakaman.


“Administrasinya sudah siap. Tapi kami menghormati pihak keluarga yang masih dalam proses upacara pemakaman. Biasanya setelah semua ritual selesai, baru penyerahan dilakukan. Kemungkinan besok Kamis, tergantung kesiapan keluarga,” kata Respati usai mengikuti prosesi pemberangkatan PB XIII dari Loji Gandrung, Rabu 5 November 2025.


Respati menuturkan, akta kematian akan diberikan kepada ahli waris atau pihak yang ditunjuk keluarga Keraton. Dokumen tersebut menjadi bagian dari catatan resmi pemerintah daerah terkait status kependudukan almarhum.


“Kami tidak ingin terburu-buru. Prinsipnya pemerintah mendampingi dan menunggu arahan dari keluarga Keraton,” ujarnya.


Selain itu, Respati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam prosesi penghormatan PB XIII, mulai dari aparat keamanan hingga warga yang memberikan penghormatan di sepanjang jalur iring-iringan. Menurutnya, bentuk kedisiplinan masyarakat menjadi bukti besarnya penghormatan publik kepada PB XIII.


“Mulai dari kedatangan jenazah hingga pemberangkatan ke Imogiri, semuanya kondusif. Terima kasih kepada warga, TNI-Polri, dan semua unsur yang terlibat,” ungkapnya.

Respati juga membuka ruang bagi keluarga Keraton jika ingin menggelar tahlilan atau kegiatan lanjutan pasca prosesi pemakaman.


“Silakan. Pemkot siap mendukung dari sisi fasilitas maupun koordinasi teknisnya,” tambahnya.


Di sisi lain, terkait isu suksesi di Keraton, Respati menegaskan pemerintah tidak akan mencampuri proses penentuan penerus tahta. Pemerintah hanya berharap agar dinamika internal Keraton berlangsung damai dan menghormati nilai-nilai adat.


“Soal suksesi adalah ranah keluarga Keraton. Pemerintah hanya berharap proses itu tertib dan menjaga marwah Keraton sebagai pusat budaya,” tegasnya.


Ia menambahkan bahwa Pemkot Solo juga tetap berkomitmen dalam menjaga aset cagar budaya peninggalan Keraton.


“Pelestarian bangunan dan situs budaya merupakan tanggung jawab bersama,” pungkasnya.