SURAKARTA — Seorang pria terduga pelaku pencuri handphone (HP) nyaris menjadi bulan-bulanan massa, Minggu 19 Oktober 2025. Beruntung dia berhasil diamankan petugas, di wilayah Nusukan, Banjarsari, Kota Solo.
Tim Sparta Sat Samapta Polresta Surakarta datang dan berhasil mencegah jatuhnya korban dalam insiden pengeroyokan tersebut.
Kasat Samapta Polresta Solo, Kompol Edi Sukamto menjelaskan, peristiwa bermula dari laporan masyarakat yang masuk melalui Call Center. Warga melaporkan adanya keributan akibat dugaan pencurian handphone.
“Begitu menerima laporan, Tim Sparta langsung meluncur ke lokasi. Saat tiba, pelaku sudah diamankan oleh Linmas setempat, dan situasi sempat memanas,” kata Kompol Edi, Senin 20 Oktober 2025.
Berdasarkan keterangan awal, pencurian terjadi pada dini hari. Setelah melakukan aksinya, pelaku sempat beraktivitas seperti biasa dan mengamen di sekitar kota.
Sore harinya, sekitar pukul 17.00 WIB, pelaku berinisiatif mengembalikan handphone tersebut ke rumah korban di kawasan Nayu, namun situasi justru berujung ricuh.
“Saat pelaku datang untuk mengembalikan handphone, korban teriak dan warga langsung berdatangan. Situasi tidak terkendali, pelaku sempat dipukuli massa sebelum Tim Sparta tiba,” jelasnya.
Petugas yang datang langsung menenangkan warga dan mengevakuasi pelaku untuk mencegah amukan lebih lanjut. Beberapa menit kemudian, Polsek Banjarsari turut tiba untuk memperkuat pengamanan.
Pelaku berinisial ROHP (33), warga Mojosongo, Boyolali, sedangkan korban diketahui Yuli (48), warga Nusukan, Solo. Barang bukti yang diamankan berupa 1 unit handphone Oppo A60.
“Terduga pelaku berikut barang bukti sudah diserahkan ke Polsek Banjarsari untuk pemeriksaan lebih lanjut. Proses hukum tetap kita kedepankan,” ujar Kompol Edi.
Dalam kesempatan itu, Kompol Edi mengimbau masyarakat agar tidak main hakim sendiri. Ia menekankan pentingnya menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian.
“Kami paham, masyarakat geram terhadap aksi kriminalitas. Namun, jangan sampai emosi justru menimbulkan pelanggaran baru. Laporkan, dan biarkan polisi yang menanganinya,” tegasnya.
Aksi sigap Tim Sparta tersebut mendapat apresiasi warga sekitar. Keberadaan tim patroli cepat Polresta Solo dinilai mampu meredam potensi kekerasan dan menjaga kondusivitas di tingkat lingkungan.
“Tim Sparta bukan hanya cepat merespons, tapi juga melindungi semua pihak, baik korban maupun pelaku. Itu yang membuat masyarakat merasa aman,” ujar salah satu warga setempat.