SRAGEN — Tongkat estafet kepemimpinan Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Sragen resmi berpindah tangan. Galih Candra Bayu Aji terpilih sebagai Ketua KNPI Sragen periode mendatang setelah Musyawarah Daerah (Musda) KNPI XIV yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sragen.
Musda tersebut diikuti oleh total 46 suara pemilih, terdiri dari 23 Organisasi Kepemudaan (OKP), 20 Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) KNPI, 1 suara demisioner, 1 Majelis Pemuda Indonesia (MPI), dan 1 perwakilan KNPI Jawa Tengah. Dua calon terverifikasi, Galih Candra Bayu Aji dan M. Fahri Zaini, bersaing memperebutkan posisi ketua.
Dalam perhitungan suara, Galih berhasil mengungguli Fahri dengan dukungan dari 13 OKP dan 3 DPK. Sementara itu, Fahri memperoleh 9 dukungan OKP dan 14 DPK. Namun, Fahri dinyatakan tidak memenuhi persyaratan minimal dukungan OKP, yaitu 10 OKP, sehingga Galih Candra Bayu Aji terpilih secara aklamasi.
Usai terpilih, Galih Candra Bayu Aji menyampaikan komitmennya untuk menghidupkan kembali pergerakan pemuda di Sragen yang menurutnya "kurang greget" selama ini. "KNPI adalah rumah dari OKP. Kami akan mengembalikan embrio ini agar semua OKP bisa aktif lagi bersama KNPI," ujarnya kepada awak media.
Sekretaris Lembaga Bantuan Hukum Muhammadiyah Sragen ini juga menekankan pentingnya peran pemuda dalam mengawal dinamika sosial dan politik di Sragen. "Gerakan pemuda harus lebih aktif lagi," tegasnya.
Langkah awal yang akan dilakukan Galih adalah merangkul seluruh OKP, tanpa memandang latar belakang keagamaan maupun sayap partai, untuk membentuk kepengurusan baru.
Selain itu, DPK KNPI akan difokuskan pada program kerja yang konkret. KNPI Sragen di bawah kepemimpinannya juga akan aktif dalam diskusi kebijakan publik, selalu menggandeng seluruh organisasi kepemudaan.
Galih berharap dapat bersinergi erat dengan Pemerintah Kabupaten Sragen demi dampak positif bagi kegiatan kepemudaan di Sragen.