Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Waroeng Semawis di Semarang Siap Dihidupkan Lagi

BUDAYA - Wakil Wali Kota Semarang
Iswar Aminuddin meninjau kawasan Pecinan Semarang untuk penyelenggaraan kembali Waroeng Semawis. (istimewa)

SEMARANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengangkat kembali denyut nadi kawasan Pecinan yang sempat meredup. 


Salah satu langkah nyata adalah rencana reaktivasi Waroeng Semawis, ikon wisata kuliner dan budaya yang dikenal luas sebelum vakum sejak pandemi COVID-19.


Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, turun langsung ke Jalan Gang Pasar Baru No.144, Kranggan, untuk meninjau kondisi kawasan yang dulunya ramai dengan aktivitas malam Waroeng Semawis. 


Didampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kunjungan ini menjadi tindak lanjut dari audiensi antara Wali Kota Semarang, Agustina, dengan komunitas Kopi Semawis, pengelola kegiatan budaya tersebut.


"Hari ini saya hadir mewakili Ibu Wali untuk melihat kondisi lapangan dan mencari masukan dari komunitas Semawis. Kita melihat adanya keinginan kuat untuk mereaktivasi Waroeng Semawis. Ini sejalan dengan visi Kota Semarang sebagai kota inklusif dan terbuka," ujarnya 11 Juli 2025.

 

Iswar menekankan bahwa rencana revitalisasi ini tidak hanya berorientasi pada pemulihan ekonomi pasca-pandemi, tetapi juga menyentuh aspek historis dan kultural kawasan Pecinan. 


Ia menyebut pentingnya menjaga orisinalitas kawasan, baik dari sisi arsitektur, pencahayaan, hingga detail pedestrian.


"Kalau kita berbicara tentang Kampung Pecinan, maka kita berbicara tentang heritage. Kita ingin mempertahankan keaslian, termasuk lampu, tempat sampah, pedestrian, hingga material jalan. Ini semua untuk menguatkan citra kawasan Pecinan tanpa mengubah identitasnya," tegas Iswar.

Dikenal sebagai ruang interaksi lintas budaya, Waroeng Semawis dulunya ramai setiap akhir pekan, menawarkan sajian kuliner khas Tionghoa-Semarang serta nuansa budaya yang unik. 


Namun, sejak pandemi melanda, denyut kehidupan kawasan ini berhenti dan belum sepenuhnya kembali.


Kini, dengan semangat baru dari komunitas lokal serta dukungan penuh Pemkot, secercah harapan muncul. 


Tidak hanya untuk menghidupkan ekonomi warga, tetapi juga untuk menegaskan kembali pentingnya ruang publik inklusif yang menyatukan berbagai golongan masyarakat.


Dalam kunjungan ini, turut hadir pula sejumlah pegiat heritage, termasuk Widia, yang menekankan pentingnya pelestarian nilai-nilai sejarah di tengah modernisasi. 


Pemkot Semarang menyambut baik masukan tersebut dan berkomitmen menindaklanjutinya melalui lintas sektor dan kerja kolaboratif antar OPD.


"Kita ingin Waroeng Semawis kembali hidup. Bukan sekadar ramai di malam akhir pekan, tapi juga sebagai kawasan perdagangan, pusat aktivitas ekonomi masyarakat, dan ruang bertemu bagi semua golongan. Dari sinilah semangat kota inklusif Semarang bisa bertumbuh," tutup Iswar.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube