Boyolali — Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana menyebutkan jika terminal bayangan di kawasan Karanggede sudah berkali-kali ditindak.
"Namun selang 1 minggu sudah kembali lagi," kata Dwi Fajar Nirwana, saat menerima kunjungan Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin saat membahas keberadaan terminal bayangan Karanggede, Rabu 17 September 2025.
Seperti diberitakan sebelumnya, kedatangan Nina Agustin menemui Wakil Bupati Boyolali di Ruang Kerja Wakil Bupati Boyolali, menindak lanjuti keluhan agen PO Bus di dalam Terminal Tipe A Tingkir, Salatiga yang mengeluhkan banyak bus AKAP dari arah Surabaya, Solo dan sekitarnya enggan masuk Terminal Tingkir.
Pasalnya, awak Bus AKAP telah mendapatkan penumpang di terminal bayangan Karanggede. Akibatnya, banyak agen PO Bus di Terminal Tingkir Salatiga yang mengalami penurunan pendapatan.
Lebih jauh Wakil Bupati Boyolali menyampaikan, jika jalur yang dilalui Bus AKAP dari arah Surabaya, Solo menuju Jakarta, Bandung dan Sumatera sebagian besar berada di jalur provinsi.
"Sehingga, pelanggaran berada di jalan provinsi. Sehingga provinsi memiliki hak yang lebih besar untuk menertibkan. Nanti kita akan tindak lanjuti kembali dengan Dishub dan Satpol PP Boyolali untuk menertibkan lagi," ungkapnya.
Diakuinya, Pemda Boyolali sudah berencana mendirikan Sub Terminal sebagai alternatif tempatnya.
"Tetapi masih dalam proses," terang dia.
Atas kesepakatan bersama dan hasil pembahasan kedua Wakil pimpinan daerah itu, permasalahan penertiban akan dilanjutkan pelaporan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan juga Pemerintah Pusat, mengingat jalan yang dilalui merupakan jalan provinsi.
Sehingga penertiban oleh provinsi dinilai dapat lebih memengaruhi kepatuhan para calo agen PO ilegal di terminal bayangan Karanggede.
Sementara, Wakil Wali Kota Nina Agustin mengakui jika kedatangannya menemui Wakil Bupati Boyolali dampak dari pendapatan agen PO Bus di Terminal Tingkir sempat curhat kepadanya saat berkunjung ke terminal Tipe A tersebut.
Pada intinya, ia ingin membahas penanganan terminal bayangan Karanggede yang berjalan tidak resmi dan berada di wilayah Kabupaten Boyolali.
"Karena terminal ini berada di wilayah Boyolali jadi saya minta ijin kita bersama-sama mencari solusi, karena terminal ini tidak resmi jadi mengurangi pendapatan dari PO di Terminal Tingkir," ujar Nina.
Nina menyampaikan bahwa penanganan masalah ini harus dilaksanakan bersama.