Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Viral! Dosen Unissula Diduga Pukul Dokter, RSI Sultan Agung Semarang Angkat Suara Soal Kronologis

viral Dosen Unissula diduga lakukan kekerasan terhadap dokter RSI Sultan Agung Semarang.(Ilustrasi)

SEMARANG — Sempat viral dan menjadi pembicaraan warganet, seorang oknum dosen Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang diduga melakukan kekerasan terhadap salah satu dokter Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang.


Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat 5 September 2025 lalu. Dalam video tersebut terdengar teriakan seorang laki-laki yang sedang bertengkar dengan seseorang yang diduga dokter dengan perkataan yang tidak pantas.


Menanggapi hal tersebut Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang akhirnya memberikan klarifikasi terkait isu dugaan kekerasan terhadap tenaga kesehatan yang sempat viral di media sosial.


Dewan Pengawas RSI Sultan Agung, dr. Farhat Suryaningrat, menegaskan bahwa persoalan tersebut sudah ditangani secara internal. Manajemen rumah sakit telah melakukan rapat bersama dokter, komite medis, direktur, hingga pihak yayasan untuk mencari jalan keluar.


Hasilnya, disepakati adanya sejumlah perbaikan prosedur pelayanan serta pemberian sanksi kepada pihak-pihak yang dinilai terlibat.


"Masalah ini sudah diselesaikan secara internal. Ada punishment yang diberikan, meski detailnya masih dalam proses perhitungan. Yang jelas, ada sanksi," jelas Farhat, Senin 8 September 2025.


Ia menegaskan RSI Sultan Agung akan melindungi tenaga kesehatan. Pihak yayasan dan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) selaku lembaga induk juga sudah diajak berkoordinasi terkait kasus ini.


Farhat memastikan dokter yang sebelumnya disebut sebagai korban tetap bekerja seperti biasa. Ke depan, rumah sakit berencana memperketat Standar Operasional Prosedur (SOP) serta meningkatkan perlindungan bagi tenaga medis. Selain itu, laporan internal akan diperkuat agar respon terhadap keluhan pasien lebih cepat.


Kronologi Kejadian

Farhat menjelaskan, insiden bermula ketika istri dari Dias menjalani proses persalinan dengan kondisi risiko tinggi. 


Dokter sebenarnya telah memberikan opsi operasi caesar, namun keluarga pasien bersikeras menginginkan persalinan normal.


Setelah bayi lahir, kondisi sempat menegangkan karena sang ibu dinilai membutuhkan penanganan tambahan. 


Dalam situasi itu, keluarga pasien disebut menjadi panik dan meluapkan emosi di dalam ruang perawatan.


"Jadi ini lebih pada kepanikan pasca melahirkan. Mungkin karena panik melihat kondisi ibunya yang butuh penanganan cepat, akhirnya keluarga emosional dan muncul kata-kata kasar," terangnya.


Farhat menegaskan, kabar adanya tindak kekerasan fisik kepada dr Astra merupakan tidak benar.


"Enggak ada cakaran, enggak ada kontak fisik. Pasien lahir dengan normal, ibunya sehat, bayinya sehat. Ini hanya miskomunikasi, mungkin karena kepanikan seorang ayah," ujarnya.(SUL)

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube