SEMARANG — Seorang pemuda D (25) asal Semarang diduga nekat membakar dirinya sendiri di dalam kamar, Selasa 8 Juli 2025. Aksi tragis itu menyulut kebakaran hebat yang nyaris melalap seluruh rumah.
Suasana malam yang tenang di kawasan padat penduduk Puspowarno Tengah VII, Kelurahan Bojongsalaman, Kecamatan Semarang Barat, mendadak berubah menjadi kepanikan,
Warga juga dikejutkan teriakan minta tolong pasangan suami istri Jayadi dan Ida Farida,tak lain orang tua korban ini, dalam keadaan seluruh tubuhnya terbakar.
Suparno, tetangga korban yang juga masih satu keluarga dengan korban menjadi saksi mata detik-detik tragedi tersebut.
"Posisi saya pulang kerja dab nongkrong didepan rumahnta, tahu-tahu dari dalam rumah, ada suara ledakan terus mengeluarkan api. Tiba-tiba D keluar rumah dalam kondisi seluruh tubuhnya terbakar," tutur Suparno saat ditemui diswayjateng.com, Rabu 9 Juli 2025.
"Tubuhnya sudah penuh api. Dia lari keluar minta tolong, saya enggak berani mendekat karena apinya besar sekali," lanjutnya.
Korban sempat berguling-guling di depan teras rumah untuk memadamkan api di tubuhnya. Warga yang melihat langsung bergerak cepat menyiram tubuh korban dengan ember berisi air, mencoba menyelamatkan nyawa.
Ida Farida yang berada di dalam rumah saat kejadian ikut mengalami luka bakar cukup serius. Diduga, sang ibu mencoba memadamkan api di tubuh anaknya.
"Ibunya mungkin mau memadamkan api di badan anaknya, malah ikut terbakar," ucap Suparno lirih.
Dalam satu atap tersebut dihuni 5 Kepala Keluarga yang dibagi menjadi dua rumah.
Menurut informasi yang dihimpun, sebelum insiden terjadi, sempat terdengar pertengkaran antara korban dan ibunya.
Dugaan sementara, cekcok tersebut menjadi pemicu aksi nekat korban, namun hal ini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
"Penyebab pastinya masih dalam penyelidikan. Belum bisa dipastikan. Termasuk dugaan adanya upaya bakar diri, itu belum bisa disimpulkan," jelas Kapolsek Semarang Barat, Kompol Andre Bachtiar.
Korban D mengalami luka bakar hampir di seluruh tubuh. Sang ibu menderita luka bakar sekitar 40-50 persen. Keduanya kini tengah dirawat intensif di RSUP dr. Kariadi Semarang.
"Semua korban dirawat di Karyadi. Tidak ada korban meninggal dunia," tegas Kompol Andre.
Seorang penghuni lain yang sedang hamil juga terdampak asap namun dilaporkan dalam kondisi stabil.
Api akhirnya berhasil dipadamkan berkat kesigapan warga sekitar yang berjibaku menggunakan alat seadanya, sebelum akhirnya petugas pemadam kebakaran datang membantu.
"Pemadaman api berlangsung satu jam, untung pemadang kebakaran datang cepat," terang Suparno
Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki secara menyeluruh penyebab utama insiden ini, termasuk kemungkinan adanya gangguan psikologis yang dialami korban.