SEMARANG — Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua dari tiga pemancing yang dilaporkan hilang di kawasan Dam Merah, pesisir utara Kota Semarang, tepatnya di perairan Tambaklorok, Kelurahan Tanjungmas. Kedua korban ditemukan pada Rabu 20 Agustus 2025 sore, sementara satu orang lainnya hingga kini masih dalam pencarian.
Dua jenazah tersebut dievakuasi ke daratan muara Tambaklorok saat adzan Ashar berkumandang. Suasana haru menyelimuti lokasi evakuasi, tangis keluarga dan kerabat pecah ketika memastikan jenazah yang berada di dalam kantong evakuasi adalah anggota keluarga mereka.
Berdasarkan data dari petugas, korban pertama yang berhasil ditemukan adalah Kiswanto (33), warga Gebanganom Kecil, Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Semarang Timur. Ia ditemukan di sekitar rumpon Tambaklorok.
Sementara itu, korban kedua bernama Pujo Margono (56), warga Patiunur, Pandeanlamper, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Pujo ditemukan oleh nelayan di perairan pesisir utara Morodemak, Kabupaten Demak.
Jenazah keduanya kemudian dibawa ke daratan untuk proses lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Meski sudah menemukan dua korban, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap satu pemancing lain yang belum ditemukan. Korban bernama Sumono (53), warga Kramas, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
Proses pencarian Sumono hingga sore ini masih terus dilakukan dengan mengerahkan sejumlah armada laut dan tim penyelam.
Kepala Basarnas Semarang, Budiono, mengungkapkan bahwa upaya pencarian sudah dilakukan sejak Selasa 19 Agustus 2025 kemarin dan dilanjutkan kembali pada hari kedua, Rabu 20 Agustus 2025 pagi. Namun, pencarian menghadapi sejumlah hambatan di lapangan.
"Visibility di bawah air hanya sekitar 15 sentimeter, arus cukup kencang, dan kedalaman mencapai 11 meter. Kondisi ini membuat penyelaman sangat sulit dilakukan," jelas Budiono di posko pencarian.
Meski tinggi gelombang relatif landai, sekitar 0,5 meter, faktor kekeruhan air menjadi kendala utama yang memperlambat proses evakuasi. Arus laut yang kuat juga berpotensi menyeret korban hingga ke arah timur maupun barat.
"Kami fokus di area kolam pelabuhan, namun tetap melakukan antisipasi jika korban terbawa arus sampai wilayah pesisir Sayung, Kabupaten Demak," tambahnya.
Dalam operasi pencarian ini, Basarnas mengerahkan satu RHIB (Rigid Hull Inflatable Boat) dan satu perahu karet. Polairud Polda Jateng menurunkan tiga kapal patroli, sementara BPBD Kota Semarang menurunkan satu unit perahu karet.
Total, sebanyak 19 personel gabungan terlibat dalam misi pencarian, termasuk dari Basarnas, Polairud, BPBD, dan dibantu masyarakat setempat.
Budiono menyebutkan bahwa kondisi cuaca pada Rabu sore masih cukup mendukung, meski langit mendung. Ia berharap situasi ini bisa terus bertahan agar pencarian korban yang masih hilang berjalan aman.
Dengan sudah ditemukannya dua korban, pihak keluarga kini masih menunggu kabar keberadaan satu korban lainnya. Budiono mengimbau masyarakat untuk turut mendoakan agar pencarian bisa segera membuahkan hasil.
"Kami mohon doa dari masyarakat agar seluruh korban bisa segera ditemukan. Tim terus bekerja maksimal meskipun menghadapi berbagai kendala," pungkasnya.(SUL)