Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Tekan Stunting, Pemkot Semarang Siapkan Peta Risiko Kesehatan

STUNTING - PJ Sekda Kota Semarang menyampaikan capaian menggembirakan angka kematian ibu dan anak yang mengalami penurunan di Hotel Harris Kota Semarang. (wahyu sulistiyawan/disway jateng)

SEMARANG — Pemkot Semarang mencatat capaian positif dalam sektor kesehatan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang hingga pekan ke-37 tahun 2025, angka kematian ibu berhasil ditekan dari 14 kasus pada tahun lalu menjadi 10 kasus. Sementara itu, angka kematian bayi turun signifikan dari 139 kasus menjadi 76 kasus.


Penjabat Sekretaris Daerah Kota Semarang, Budi Prakosa, menyampaikan tren menggembirakan ini dalam Rapat Kerja Kesehatan (Rakerkes) Kota Semarang 2025 yang digelar di Hotel Harris. Rapat tersebut dihadiri berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga medis, akademisi, organisasi profesi, hingga kader kesehatan masyarakat.


Menurut Budi, kesehatan adalah hak fundamental warga dan menjadi kunci pembangunan kota.


"Penurunan angka kematian ibu dan bayi ini patut kita apresiasi. Namun, jangan sampai membuat kita lengah. Semua pihak harus bergerak bersama agar setiap ibu selamat melahirkan dan setiap anak lahir sehat," tegasnya, Selasa 23 September 2025.


Selain keberhasilan tersebut, Pemkot Semarang kini fokus menangani stunting dan kesehatan anak sejak kandungan hingga usia dini. Budi menekankan, generasi sehat akan menjadi penopang tercapainya visi Indonesia Emas 2045.

Sebagai langkah nyata, Pemkot Semarang tengah mengembangkan peta risiko kesehatan berbasis wilayah. Melalui inovasi ini, pemerintah dapat lebih cepat mengidentifikasi permasalahan, menentukan prioritas, serta memberikan intervensi sesuai kebutuhan masyarakat.


Dalam forum tersebut, Pemkot juga memberikan apresiasi lewat program GEMILANG kepada organisasi profesi yang berkontribusi dalam penurunan angka kematian ibu dan bayi, di antaranya POGI (Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia), IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), dan Tim AMPSR (Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respon).


Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam, menambahkan bahwa persoalan kesehatan seperti TBC, stunting, dan kesehatan mental membutuhkan strategi komunikasi yang lebih luas serta dukungan lintas sektor.


"Kesehatan bukan hanya tugas Dinas Kesehatan, tetapi perlu peran aktif camat, lurah, hingga kader di tingkat RW," ujarnya.


Salah satu program unggulan yang diperkuat adalah Blokosuto, yang mencakup sembilan kelas tematik mulai dari pencegahan penyakit menular, peningkatan imunisasi, hingga edukasi kesehatan mental dan perilaku hidup bersih.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube