SEMARANG — Minat masyarakat terhadap investasi berbasis emas terus mengalami peningkatan signifikan. Hal ini terbukti dari pencapaian Pegadaian Kanwil XI Semarang Cabang Depok Kota Semarang yang berhasil melampaui target tabungan emas di tahun ini.
Pemimpin Cabang Pegadaian Depok Kota Semarang, Sri Mahartini menyampaikan, hingga Juli 2025, realisasi tabungan emas telah mencapai 2.348 rekening dari target awal sebanyak 1.932.
"Ada pertumbuhan yang sangat signifikan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah mulai melek investasi, khususnya emas," ujarnya kepada wartawan diswayjateng.com, Senin 7 Juli 2025.
Menurutnya, emas tetap menjadi instrumen investasi yang stabil dan diminati lintas generasi baik yang tua dan muda.
"Masyarakat tahu bahwa emas tidak mudah turun nilainya, sehingga kami memfasilitasi mereka melalui tabungan emas yang fleksibel, bisa berupa saldo digital yang dikonversi ke dalam gram emas, bahkan bisa dijadikan perhiasan fisik," ujarnya.
Tidak hanya itu, Pegadaian juga menawarkan produk Deposito Emas, yakni layanan investasi jangka waktu yang bisa dipilih sesuai kebutuhan nasabah.
"Deposito emas kami tersedia dalam jangka waktu 3, 6, 9, hingga 12 bulan, dengan sharing fee sebesar 1 persen per tahun," jelasnya.
Hingga saat ini, total deposito emas yang tercatat telah mencapai 3,2 kilogram. Dengan minimal investasi dimulai dari 5 gram, memberikan fleksibilitas lebih bagi nasabah.
Sri menambahkan Pegadaian Depok Kota Semarang juga mencatat lonjakan penjualan Galeri 24 hingga 8 kilogram emas pada momen pasca Lebaran lalu.
"Permintaan emas tetap tinggi, baik dalam bentuk cicilan, beli langsung tunai, maupun tabungan, dan itu naik signifikan pada pasca lebaran kemarin," jelasnya.
Saat ini, harga emas berada di kisaran Rp1,826 juta hingga Rp1.900 juta per gram, menjadikannya opsi investasi yang kian menjanjikan.
Sri juga menyebutkan bahwa nasabah tabungan emas saat ini berasal dari berbagai kalangan usia, bahkan generasi Z mulai aktif menabung emas sejak duduk di bangku SMA dan kuliah.
"Kami aktif edukasi ke sekolah dan kampus. Karena kalau ditanamkan sejak dini, kan nanti berjalannya waktu pasti kan akan meningkat," jelasnya.
Sri juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap investasi bodong. "Hati-hati juga untuk berinvestasi, karena banyak investasi bodong dan kita mengingat belilah emas atau cincin emas dan tabungan emas di tempat-tempat yang terpercaya. Seperti kami pegadaian BUMN yang diawasi juga oleh OJK jadi silakan cerdaslah untuk berinvestasi.”
Tabungan emas di Pegadaian kini dapat dibuka melalui berbagai kanal, baik langsung di kantor cabang, maupun secara online melalui aplikasi resmi Pegadaian dan marketplace yang telah bekerja sama seperti Shopee dan Tokopedia.
"Kalau memang di situ ada pegadaian berarti memang kerja sama dengan kita. Jadi nabung berapa pun bisa," tutupnya.