SEMARANG — Dalam rangka memperkuat ketahanan sektor air, Wali Kota Semarang, Agustina menyambut kunjungan resmi Pemerintah Belanda melalui pembukaan Semarang-Netherlands Water Forum.
Forum ini merupakan bagian dari agenda kunjungan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pembangunan Belanda bersama lebih dari 60 delegasi dari perusahaan dan organisasi terkemuka di bidang air, maritim, serta hortikultura.
Pada kesempatan tersebut, Agustina menegaskan pentingnya kolaborasi internasional dalam menghadapi tantangan krisis air di wilayah pesisir. Ia menyebut Semarang memiliki sejarah panjang sebagai “Venetie van Java” serta hubungan erat dengan Belanda yang hingga kini terus terjalin.
"Air adalah sumber kehidupan yang tidak tergantikan. Kami di Semarang berkomitmen menjaga ketahanan air untuk keberlanjutan masa depan kota," tegas Agustina di Hotel Gumaya, Rabu 18 Juni 2025.
Tantangan Air di Kota Semarang: Banjir, Rob, dan Kekeringan
Agustina menjelaskan bahwa Kota Semarang tengah menghadapi tantangan serius terkait air, yaitu apa yang ia sebut sebagai 3T yakni Too Much (banjir dan rob), Too Little (kekeringan), dan Too Dirty (pencemaran air).
Sekitar 62 persen wilayah pesisir dan hampir setengah wilayah non-pesisir Semarang terdampak banjir dan rob secara rutin.
Kondisi tersebut diperparah dengan penurunan muka tanah rata-rata 20 cm per tahun, serta turunnya kualitas dan kuantitas air tanah akibat eksploitasi berlebihan dan infrastruktur drainase yang belum memadai.
Strategi Kota Semarang: Kolaborasi dan Teknologi Pengelolaan Air
Untuk mengatasi krisis air, Pemkot Semarang telah mengimplementasikan sejumlah strategi, termasuk pembangunan tanggul rob, normalisasi sungai, penguatan sistem polder, penambahan kolam retensi, dan penggunaan teknologi Water-Based Flood Control.
Tak hanya itu, rehabilitasi kawasan mangrove dan optimalisasi waduk Jatibarang, Kreo, dan Penggaron juga menjadi fokus utama dalam pengelolaan air baku.
Agustina juga menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Belanda merupakan kunci dalam membangun sistem pengelolaan air terpadu. Pemerintah Belanda sendiri telah dikenal sebagai negara dengan teknologi pengendalian air terbaik di dunia.
"Kami membuka ruang kerja sama seluas-luasnya untuk inovasi teknologi, riset, dan pembangunan infrastruktur air yang tangguh dan inklusif," ujar Agustina.
Belanda Dukung Penuh Penguatan Infrastruktur Air di Semarang
Meike, utusan bidang perairan dari Kerajaan Belanda, mengapresiasi inisiatif Kota Semarang dalam mengelola sumber daya air dan menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis bersama.
"Kami belajar banyak dari pengalaman Kota Semarang dalam menangani persoalan air. Ini menjadi kolaborasi yang saling menguntungkan," jelas Meike.
Sementara itu, Ivo van der Linden, penasihat ekonomi dari Kementerian Luar Negeri Belanda, menambahkan bahwa Belanda merupakan mitra dagang terbesar kedua Indonesia di Eropa. Ia mendorong kolaborasi antara sektor publik dan swasta untuk memperluas dampak solusi terhadap tantangan iklim dan air di Semarang.