Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Sejarah Demak Dikaji Ulang, Prof Ahmad Baso: “Demak Sudah Ada Sejak 1460”

Suasana bedah buku Ahmad Baso di serambi Masjid Agung Demak

DEMAK — Sejarah Demak Dikaji Ulang, Prof Ahmad Baso: “Demak Sudah Ada Sejak 1460”


Demak — Sejarah awal Kesultanan Demak mendapat sorotan baru dalam Seminar Nasional dan Bedah Buku Serat Babad Demak yang digelar di Serambi Masjid Agung Demak, Kamis (7/8/2025). 


Mengangkat tema “Studi Filologi-Historis Sumber-sumber Primer Historiografi Walisongo”, seminar ini mengungkap fakta-fakta baru yang dinilai perlu meluruskan narasi sejarah yang berkembang selama ini.


Prof Ahmad Baso, narasumber utama sekaligus penulis buku sejarah tentang Demak, mengungkapkan bahwa berdasarkan sumber naskah Arab kuno, Demak sudah disebut pada tahun 1460. 


“Kalau dalam naskah disebut 1460, berarti Demak sudah ada sebelum itu. Ini menunjukkan usia Demak lebih tua dari yang selama ini diyakini,” kata Prof Baso di hadapan peserta seminar.


Ia juga menyebutkan bahwa Serambi Masjid Agung bukan hanya tempat ibadah, tetapi merupakan pusat pemerintahan, peradilan, dan politik sejak masa Sultan Fatah. 

“Keraton Demak ada di Serambi. Di sinilah semua urusan kenegaraan berlangsung, mulai dari menerima utusan Majapahit, diplomasi, hingga peradilan. Ini mencontoh sistem pemerintahan Islam masa Rasulullah,” tegasnya.


Ketua DPRD Demak, Zayinul Fata, yang turut hadir, menyatakan dukungannya atas pentingnya pelurusan sejarah ini. 


“Temuan Pak Baso sangat luar biasa. Ini bisa menjadi dasar pembentukan pansus untuk kajian lanjutan. Harus ada tindak lanjut dari Pemkab. Ini bagian dari warisan dan kebesaran Demak,” ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa sejarah yang berdasarkan bukti ilmiah sangat penting untuk dipertanggungjawabkan. 


“Semua naskahnya lengkap dan tertulis. Ini bisa menjadi hadiah terindah untuk Demak,” katanya.


Seminar ini digelar atas kerja sama Takmir Masjid Agung Demak dengan PC IKA-PMII Demak. Selain Prof Ahmad Baso, hadir pula Prof Abdurahman Kasdi (Rektor UIN Sunan Kudus), KH Aminuddin Mas’ud (Ketua PCNU Demak), serta ratusan peserta dari MWC NU se-Kabupaten Demak, Banom NU, dan masyarakat umum.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube