SEMARANG — Wali Kota Semarang Agustina bersama Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin resmi merealisasikan salah satu janji kampanye mereka dengan menyerahkan bantuan operasional bisyaroh kepada 6.572 penerima manfaat.
Penyerahan dilakukan secara simbolis pada Sabtu 12 Juni 2025 di Pondok Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Semarang dalam mendukung kesejahteraan pelayan masyarakat berbasis keagamaan dan pendidikan informal.
Agustina menegaskan bahwa program bisyaroh ini bukan sekadar janji, melainkan aksi nyata yang sudah lama ditunggu masyarakat.
"Simbolisasi kegiatan pemberian bantuan operasional atau bisyaroh ini merupakan wujud janji kampanye kami. Saya dan Pak Iswar tidak hanya berjanji, tetapi memberi bukti. Ini realisasi janji kami yang pertama, akan ada selanjutnya," ujarnya.
Bantuan bisyaroh diberikan kepada berbagai kelompok yang selama ini berkontribusi dalam bidang sosial, keagamaan, dan pendidikan anak.
Dirinya menyebutkan rincian penyaluran 6.572 penerima bisyaroh terdiri dari 600 anggota Paguyuban Pengurus Jenazah Semarang (P2JS) sebesar Rp 1.000.000 per bulan, 3.000 tenaga pengajar Lembaga Pendidikan Al Quran (LPQ), 1.000 anggota Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), 250 guru sekolah Minggu yang masing-masing mendapatkan Rp 500.000 setiap bulan, 1.080 pengelola Pos PAUD, 100 pengurus Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), 531 marbot masjid, dan 11 orang yang merupakan tokoh agama dari beberapa latar belakang, termasuk pinandita memperoleh Rp 300.000 per bulan.
"Pada tahap pertama ini, kami menyesuaikan dengan anggaran murni 2025. Namun, dalam perubahan anggaran nanti, kami pastikan semua penerima yang terdata akan memperoleh haknya," tambah Agustina.
Penyaluran bisyaroh akan dilakukan secara bertahap setiap tiga bulan setelah data diverifikasi secara menyeluruh. Hal ini dilakukan untuk memastikan keakuratan dan transparansi program.
"Harapan kami tentu saja jangan sampai ada yang ketinggalan dalam penyaluran bantuan ini," ujar Iswar Aminuddin menambahkan.
Tak hanya bisyaroh, dalam kesempatan yang sama, Agustina juga menyerahkan paket sembako kepada kelompok rentan seperti lansia, difabel, serta keluarga anak stunting. Program ini merupakan bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kecamatan Semarang Utara.
"Saya merasa senang bisa berbagi. Semuanya akan diberikan kepada masyarakat Kota Semarang sebanyak-banyaknya dan sebesar-besarnya," tutur Agustina.
Pemkot Semarang juga menggandeng sejumlah perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk memperluas manfaat sosial. Beberapa mitra CSR yang turut berkontribusi antara lain PDAM Kota Semarang, PT Indonesia Power Semarang Generator Unit, PT Kawasan Industri Wijaya Kusuma, dan PT Sumber Alfaria Trijaya.
"Kami sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh mitra CSR. Untuk membangun Semarang yang lebih hebat, kami butuh kolaborasi, komunikasi, dan sinergi dengan semua stakeholder," tutup Agustina.