Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Pemuda 19 Tahun Asal Tuntang Kabupaten Semarang Jadi Korban Penembakan OTK di Salatiga

TERBARING : Yongki Akbar Setiawan pemuda 19 tahun yang menjadi korban penembakan OTK saat terbaring di RS di Kota Salatiga. Foto : Ist/ Erna Yunus Basri

SALATIGA — Seorang pemuda asal Tuntang, Kabupaten Semarang bernama Yongki Akbar Setiawan (19), menjadi korban penembakan orang tidak dikenal (OTK) di Kota Salatiga. 


Kejadian berlangsung di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.30 WIB dan membuat geger. 


Kini korban menjalankan perawatan intensif di RS di Salatiga. Kasus ini pun menjadi atensi serius Kapolres Salatiga AKBP Veronica, S.H., S.I.K., M.Si.


Saat dikonfirmasi, melalui Plh Kasi Humas IPDA Sutopo menegaskan Polres Salatiga saat ini melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tersebut. 


"Kami serius menangani kasus ini. Tim sedang mengumpulkan bukti dan memeriksa keterangan saksi-saksi," ujarnya.


Bahkan, usai mendapatkan kabar adanya korban penembakan dari OTK Polres Salatiga bergerak cepat menindaklanjuti laporan dugaan penembakan tersebut. 


Peristiwa ini menimpa seorang pemuda bernama Yongki Akbar Setiawan (19), warga Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. 

Lebih ksih IPDA Sutopo menyampaikan kronologis hingga Piket Siaga Polres Salatiga menerima laporan peristiwa penembakan boleh OTK di JLS Salatiga. 


"Personil Piket Siaga langsung melakukan pengecekan korban di RSUD Salatiga dan olah TKP di lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka tembak pada bagian punggung akibat proyektil kecil yang diduga berasal dari senjata jenis airgun," ujarnya. 


Berdasarkan keterangan saksi, saat kejadian korban bersama teman-temannya sedang berada di kawasan Perempatan Aulia, Kecandran, dengan tujuan membubarkan aksi balap liar. 


Saat hendak membeli BBM di SPBU Gamol, korban berkendara melawan arus dan berhenti di dekat jembatan. Tiba-tiba korban merasa terkena tembakan, panik, dan melarikan diri ke arah SPBU Gamol.


Setelah diperiksa oleh temannya, ditemukan sobekan pada pakaian korban serta luka yang mengeluarkan darah. 


"Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, dan hingga kini masih menjalani operasi," ucapnya. 


IPDA Sutopo pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak berspekulasi, serta segera melaporkan jika memiliki informasi terkait peristiwa ini.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube