UNGARAN — Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Kabupaten Semarang, Moh Edy Sukarno mengatakan, lebih dari 200 kilometer irigasi sekunder di Kabupaten Semarang mengalami kerusakan.
Edy Sukarno mengungkap jika kerusakan tersebar hampir di 19 kecamatan di Kabupaten Semarang.
"Kerusakan infrastruktur irigasi sekunder di Kabupaten Semarang mencapai lebih dari 200 kilometer. Dan hampir 19 kecamatan, khususnya di wilayah pertanian," ungkapnya.
Selama ini, daerah irigasi dibangun di wilayah A. Sementara saluran tersiernya di wilayah B, sehingga tidak terkoneksi satu sama lain. Kondisi ini diperparah dengan kerusakan saluran irigasi tersier yang jumlahnya diperkirakan jauh lebih banyak.
"Air itu hal nomor satu yang dibutuhkan di pertanian. Sehingga, ini perlu mendapat perhatian serius," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jumat, 11 Agustus 2025.
Lebih jauh Edy memaparkan, kerusakan irigasi bervariasi dari rusak ringan hingga berat.
Namun demikian, upaya telah diupayakan. Lagi-lagi, perbaikan ini terkendala anggaran yang sangat besar. Ia menilai, program pembangunan irigasi dari Presiden Prabowo yang terkoneksi antar-saluran dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
Sebagai informasi, pada tahun 2025 target luas tambah tanam (LTT) pertanian pangan di Kabupaten Semarang mencapai 41 ribu hektare.
Pemerintah pusat bahkan menambah target 1.000 hektare lagi berkat bantuan alat mesin pertanian untuk kelompok tani.