Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Pemkot Semarang Siapkan Akademi Wayang, Lahirkan Generasi Baru Pelestari Budaya Nusantara

MEMBUKA : Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti membuka Festival Wayang Semesta di Lapangan Simpanglima Kota Semarang. (Dok Pemkot Semarang)

SEMARANG — Memperingati Hari Wayang Sedunia, Pemerintah Kota Semarang menggelar Festival Wayang Semesta di Lapangan Pancasila, Simpang Lima.


Festival ini menjadi ajang perayaan budaya yang memadukan pertunjukan wayang klasik hingga kontemporer, sebagai wujud pelestarian warisan seni tradisional leluhur.


Pada hari pertama yang diselenggarakan pada Jumat 7 November 2025, pengunjung disuguhi pertunjukan wayang kontemporer yang dibawakan para seniman muda.


Kemeriahan semakin terasa saat Tri Retno Prayudati atau Nunung Srimulat turut tampil dalam lakon wayang orang, menghadirkan canda tawa khas yang menghibur ribuan penonton.


Sementara itu, di hari kedua, Sabtu 8 Novembet 2025. Penonton akan disuguhkan penampilan wayang klasik dari Ngesti Pandowo serta kelompok kesenian dari Keraton.


Festival Wayang Jadi Agenda Tahunan

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyampaikan bahwa Festival Wayang Semesta akan dijadikan agenda tahunan Pemkot Semarang.


“Kami ingin kegiatan seperti ini rutin digelar setiap tahun. Ke depan, kami menargetkan munculnya generasi muda yang mampu tampil sebagai pemain wayang orang,” ungkap Agustina, Sabtu 8 Novembet 2025.


Ia menegaskan, festival ini tidak hanya menjadi hiburan, melainkan juga sarana penting untuk regenerasi pelaku seni tradisional di Kota Semarang.


Sebagai langkah nyata pelestarian, Pemkot Semarang berencana mendirikan Akademi Wayang, tempat belajar khusus bagi anak-anak dan remaja yang ingin menekuni dunia seni perwayangan.


Akademi ini akan berkonsep seperti “pesantren seni”, di mana peserta akan belajar memahami karakter wayang, berdialog, hingga berlatih tampil di panggung nyata.


“Anak-anak bisa memilih karakter yang mereka sukai, seperti Srikandi, Pandawa, atau tokoh lainnya. Setelah berlatih, mereka akan tampil rutin di TBRS setiap minggu,” jelas Agustina.

Tahap awal akan melibatkan sekitar 50 peserta yang pelatihannya didukung oleh APBD Kota Semarang. Diharapkan, pada peringatan Hari Wayang Sedunia tahun depan, para peserta sudah mampu mementaskan satu lakon penuh bersama kelompok Ngesti Pandowo.


“Harapan kami, dari akademi ini akan lahir generasi baru yang menjaga api seni perwayangan agar tetap hidup,” imbuhnya.


Selain fokus pada regenerasi, Pemkot Semarang juga berkomitmen merawat warisan fisik seni perwayangan. Gedung Ngesti Pandowo, yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Nasional, akan direstorasi mulai tahun 2025.


Renovasi akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari perbaikan struktur fisik hingga pembaruan interior dan perlengkapan pertunjukan.


“Kostum lama akan tetap dirawat sebagai kekayaan heritage, sementara kostum baru disiapkan agar penampilan seniman tetap menarik dan layak,” jelas Agustina.


Menurutnya, pelestarian seni wayang tidak hanya tentang menjaga bangunan dan benda, tetapi juga menurunkan ilmu dan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.


“Manusia memang tidak hidup selamanya, tapi ilmu dan tradisi bisa abadi jika diteruskan kepada anak-anak,” ujarnya.


Sebagai simbol semangat pelestarian budaya, Pemkot Semarang juga meresmikan dua patung baru, Bima dan Srikandi, yang kini berdiri megah di sepanjang Jalan Pahlawan Semarang.


Kedua patung tersebut merupakan hasil program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Sidomuncul dan Bank Jateng.


“Kami berharap ke depan, patung-patung Pandawa Lima bisa lengkap menghiasi kota ini. Jika ada CSR lain yang berminat, tokoh Semar juga sangat penting untuk ditambahkan,” tutur Agustina.


Dengan beragam langkah ini, Semarang menegaskan diri sebagai kota yang berkomitmen menjaga warisan budaya Nusantara, sekaligus menyiapkan generasi muda agar seni wayang terus hidup di masa depan.(adv)

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube