Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Pantura Sayung Lumpuh Total, Banjir Meluas hingga Perbatasan Semarang

DEMAK — Arus lalu lintas di jalur Pantura Sayung, Kabupaten Demak, lumpuh total akibat banjir yang kembali melanda wilayah tersebut sejak Rabu (22/10/2025) malam. Hingga Jumat (24/10/2025) siang, genangan air masih menutupi badan jalan, menyebabkan antrean kendaraan mengular dari arah Demak menuju Semarang.


Pantauan di lapangan, truk-truk besar tampak berhenti di tengah jalan tanpa bisa bergerak. Sejumlah sopir memilih mematikan mesin dan menunggu air surut di tepi jalan. Sebagian lainnya terlihat beristirahat di pinggir jalan, menyalakan rokok, atau makan bekal seadanya.


Salah satu sopir, Hartono, asal Mojokerto, mengaku sudah terjebak macet sejak Rabu malam. Ia membawa muatan keramik menuju Cikarang, Jawa Barat.

“Dari semalem sudah macet di lingkar Demak. Sekarang baru sampai Sayung. Macetnya parah sekali,” ujarnya.


Menurutnya, meski barang bawaannya tidak mudah rusak, kondisi tubuhnya mulai kelelahan. Ia berharap petugas bisa segera mengurai kemacetan agar sopir tidak terlalu lama tertahan di jalan.

Sementara itu, warga sekitar tetap nekat melintas. Hendra, pekerja pabrik di Sayung, mengaku terpaksa menerobos banjir demi bisa masuk kerja.

“Capek mas, jalannya banjir tapi mau gimana lagi. Kerja saya di situ,” ujarnya sambil mengelap wajah yang basah.


Ia mengaku sudah memantau kondisi lalu lintas melalui kanal YouTube CCTV milik Dinas Perhubungan Demak, namun tidak ada pilihan lain selain melewati jalur tersebut.


Hingga Kamis sore, petugas kepolisian masih berjaga di sejumlah titik untuk mengatur arus lalu lintas. Namun, tingginya genangan air membuat kendaraan kecil sulit melintas. Jalur Pantura Sayung pun masih belum bisa dilalui secara normal.


Banjir di kawasan ini bukan yang pertama terjadi. Namun, kali ini dampaknya lebih luas dengan antrean kendaraan mencapai beberapa kilometer hingga perbatasan Kota Semarang. Petugas gabungan dari kepolisian, BPBD, dan Dinas Perhubungan terus melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube